DUET LOMBE-KARAMOH DALAM 4-4-2, MUNGKINKAH TERJADI?
Setahun Telah Berlalu
Rappresentativa Val Venosta dicukur tiga belas gol tanpa balas oleh Parma Calcio 1913, dalam ajang ujicoba pramusim tahun 2018/2019. Pertandingan yang dimainkan pada tanggal 14 Juli 2018 itu berakhir dengan kemenangan besar gialloblu 0-13. Galuppini membuka kran gol Parma Calcio di menit ke 3’, selang semenit kemudian kecerobohan Hofer membuahkan gol bunuh diri yang sekaligus menggandakan keunggulan bagi tim tamu. Selanjutnya di menit ke 19′ giliran Giorno yang membuat gol tambahan. Akhirnya, babak pertama ditutup dengan sepasang gol Matino, masing-masing di menit ke 24’ dan 45’.
Pada babak kedua, Yves Baraye dan Siligardi yang baru diturunkan turut menyumbangkan pundi-pundi gol untuk Ducali di menit 18’ dan 41’. Berikutnya, Scaglia berhasil mengkonversi peluang dari titik putih menjadi sebuah gol pada menit 33’. Terlepas dari seluruh gol yang tercipta, quattrick elegan yang dipertontonkan oleh “sang pemanah” adalah rangkaian gol yang terus dikenang dalam laga ujicoba ini. Calaio, pemain veteran yang kini telah hengkang dari klub Ducali berhasil membukukan empat gol masing-masing pada menit ke 6‘, 10’, 20’, dan 47’.

The New Parma Calcio 1913
Klub kebanggaan kota Parma akan kembali bersua Rapp. Val Venosta dalam lanjutan pertandingan pra-musim di kawasan Prato allo Stelvio. Kali ini, gialloblu dipersenjatai beberapa pemain anyar yang didatangkan dari berbagai klub bergengsi di Eropa. Sebut saja KARAMOH pemain muda asal Intermilan FC yang berbanderol belasan juta euro, HERNANI yang dibajak dari Zenit St. Petersburg, dan duet lini belakang VINCENT LAURINI asal ACF Fiorentina dan KASTRIOT DERMAKU bek tim nasional Albania. Disamping nama-nama itu, ada pula nama GERVINHO yang musim lalu belum sempat mencicipi ajang uji coba semacam ini. Menurut informasi yang diperoleh dari beberapa website, saat ini (16/7/2019) Gervais Lombe telah tiba di Parma Calcio dan langsung bergabung bersama rekan-rekannya.

Problematika Transfer
Parmalive! mengabarkan bahwa terdapat beberapa problem transfer yang kini tengah menggelayuti klub Ducali. Problem yang pertama adalah proposal kenaikan gaji Gervinho sebanyak dua kali lipat. Sang pemain melalui agennya menyatakan keinginannya untuk mengajukan kenaikan gaji dari 1,3 juta euro menjadi 2,6 juta euro, angka yang tentu saja akan ditolak oleh manajemen gialloblu. Sebaliknya, klub telah menyiapkan penawaran kenaikan yang tidak terlalu signifikan, yaitu terbatas pada angka 1,7 juta permusim atas dasar prestasi yang telah dicapai frecchia nera. Manajemen Parma Calcio telah menyiapkan Plan B apabila pesepakbola Pantai Gading itu menolak usulan yang diajukan.
Problem lainnya adalah memudarnya Kulusevski, sang pemain yang sudah “terlanjur” menyatakan persetujuannya secara lisan kepada Cagliari Calcio, belakangan menegaskan bahwa ia lebih menyukai klub Sardinia. Itu artinya, Parma Calcio harus merelakan satu buruannya lepas dari cengkeraman. Satu nama lagi yang harus direlakan oleh Faggiano adalah Sofian Kiyine, pria Maroko akan menjalani tes medis di markas biancoceleste pada minggu ini. Adapun nama Musa Barrow (Atalanta BSC), Mariusz Stepinski (Chievo Verona FC), dan Kevin Prince Boateng (US Sassuolo) juga ikut memudar seiring persetujuan SSC Napoli untuk menjual ROBERTO INGLESE ke Parma Calcio.

Rumor lainnya yang beredar adalah menyangkut nama sang mantan pesepakbola Parma FC, ANDREA RISPOLI yang telah memutuskan kontraknya dengan klub USC Palermo. Rispoli pernah merumput bersama Parma FC pada tahun 2015, sebelum klub itu mengalami masa suram yang berakhir dengan kebangkrutan. Jika Rispoli yang berstatus bebas transfer akhirnya merapat ke barisan kuning-biru, maka komposisi bek kanan akan bertambah ramai. Padatnya sektor ini bisa saja berimbas kepada hengkangnya Gazzola dari Centro Sportivo Collecchio.
4-3-3 atau 4-4-2?
Absennya Ceravolo dan Siligardi tentu akan membuat Roberto D’Aversa menggunakan pendekatan lain dalam rotasi. Pemain yang sudah diujicobakan pada pertandingan pertama melawan ASV Prad kuat dugaan akan dirotasi. Sang pelatih pastinya tidak sabar lagi untuk melihat aksi Karamoh-Gervinho, dua anak panah kembar dalam skema 4-4-2 yang mungkin saja dipatenkan di babak pertama atau babak kedua. Jika sang pelatih tetap ingin menerapkan skema 4-3-3 andalannya, maka ujung tombak utama akan ditempati Inglese atau Cornelius, dengan catatan kedua bomber baru itu telah diresmikan dan telah berada di lokasi retret.
Beralih ke lini tengah, menurut saya, Parma Calcio akan mempertahankan komposisi sebagaimana ujicoba pertama. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada klub lokal (amatir), lini tengah klub gialloblu dinilai cukup mampu menunjukkan kolektifitasnya di pertandingan ujicoba pertama.
Leo Stulac yang belum sempat dimainkan pada laga ujicoba pertama bisa menjadi opsi jenderal lapangan tengah bagi Roberto D’Aversa. Tujuannya adalah agar dapat mengukur kapabilitas antara Leo Stulac dan Scozzarella, dua defensive midfielder yang sejauh ini masih berstatus sebagai pemain Parma Calcio.
Jacopo Dezi yang berada dalam kondisi on fire mungkin akan kembali diturunkan di antara kedua babak. Akan tetapi, HERNANI adalah satu nama yang wajib untuk diturunkan pelatih, bahkan mungkin secara fulltime, di samping Kucka dan Barilla yang belum mendapatkan kesempatan berkeringat di lapangan pada hari Sabtu lalu.
Berikut adalah prediksi skema yang mungkin akan dimainkan oleh D’Aversa dalam laga ujicoba kedua melawan perwakilan Val Venosta:

Salah satu tujuan pertandingan ujicoba adalah untuk mencari pemain mana yang pantas untuk menjadi pemain andalan di dalam tim. Perlu diingat bahwa laga ujicoba kali ini juga mempertaruhkan gengsi gol dalam segi kuantitas, sebab musim lalu Parma Calcio berhasil menunjukkan produktifitasnya ke gawang Val Venosta dengan besaran margin 13 gol. Jika gagal melampaui angka belasan, maka lini serang perlu kembali diotak-atik oleh sang juru racik.

Terakhir, berapa pertanyaan yang menarik untuk didiskusikan adalah “Apakah Leo Stulac yang tengah didekati FC Empoli akan dimainkan dalam pertandingan melawan Val Venosta?”, dan “Apakah duet Gervinho-Karamoh akan terlihat di lapangan?”, serta “Skema manakah yang akan dimainkan oleh D’Aversa: 4-3-3 atau 4-4-2?”
Sahabat parmigiani dapat memberikan pendapat di kolom komentar.. Ciao amici..
mantap
SukaSuka