Sepasang gol yang dibukukan oleh Gervais Lombe Yao Kuassi alias Gervinho dan sundulan kepala Simone Iacoponi menyudahi perlawanan klub leoni alati. Skor akhir 3-1 membuat langkah klub “kota air” harus terhenti di putaran ketiga Piala Italia.
Gervinho membuka kemenangan Parma Calcio melalui tendangan placing ke tiang jauh gawang yang dijaga oleh Lezzerini. Pesepakbola asal Pantai Gading itu berhasil mengecoh Cremonesi setelah menerima umpan terobosan dari Antonino Barilla pada menit ke 9’.
Tim besutan Roberto D’Aversa yang tampil efektif (dengan penguasaan bola 45%) terus mengancam pertahanan Venezia FC dari berbagai sisi. Selang beberapa menit setelah gol pertama tercipta, sejumlah peluang diperoleh oleh klub gialloblu. Umpan pendek Kulusevski kepada Gervinho yang dilanjutkan dengan kerjasama 1-2 dengan Barilla nyaris membuahkan hasil. Kerjasama apik yang membelah sisi kanan pertahanan Venezia FC hampir saja menambah keunggulan Parma Calcio, namun sayangnya tidak satupun pemain yang dapat menyambut umpan diagonal yang dilepaskan oleh Gervinho.
Simone Iacoponi berhasil menggandakan keunggulan tim tuan rumah melalui sundulan kepala dengan memanfaatkan umpan sepak pojok dari sudut kanan pertahanan tim tamu pada menit ke 22’.
Kedudukan 2-0 hanya bertahan dua menit sebelum Aramu berhasil menipiskan margin gol menjadi 2-1. Bola liar hasil halauan Gagliolo menyentuh lengan kanan Bruno Alves di menit ke 24’. Wasit Valeri dari Roma memberikan penalti untuk klub arancioneroverdi. Sang eksekutor berhasil mengecoh Luigi Sepe dengan tembakan kerasnya ke sisi kiri gawang. Kebobolan satu gol, membuat pasukan phoenix hitam bangkit, dua peluang matang tercipta di akhir babak pertama melalui Barilla dan Inglese masih belum menemui hasil.
Parma Calcio akhirnya berhasil menambah keunggulannya lewat gol kedua Gervinho di menit ke 72’. Mantan jurugedor AS Roma dan Arsenal FC itu berhasil melakukan solorun di sebelah kanan pertahanan lagunari sebelum melepaskan tendangan menyusuri tanah yang merobek jala Lezzerini untuk keduakalinya.
Pada masa injury time, Parma Calcio sempat memperoleh penalty,
tepatnya di menit ke 92’. Akselerasi Yann Karamoh harus dihentikan oleh Fiordaliso
di sisi kanan kotak penalti Venezia FC. Inglese yang kembali menjadi algojo gagal
melaksanakan tugasnya, tendangan mendatarnya berhasil dipatahkan oleh Lezzerini.
Kedudukan tak bergeming, skor 3-1 menjadi penutup putaran ketiga Piala Italia
di Ennio Tardini.
Berikut statistik yang disadur dari pranala resmi
parmacalcio1913.com:
Susunan Skuad Parma Calcio 1913: Sepe, Iacoponi, Inglese, Hernani JR (22′ st
Grassi), Brugman, Laurini, Barillà, B. Alves (cap.), Gervinho (30′ st Karamoh),
Gagliolo (37′ st Dermaku), Kulusevski. Pemain cadangan: Colombi, Machin,
Cornelius, Scozzarella, Siligardi, Ceravolo, Minelli, Ricci, Sprocati. Pelatih:
D’Aversa.
Susunan Skuad Venezia FC: Lezzerini, Fiordalino, Zuculini, Aramu (42′ st
Gavioli), Modolo (cap.), Felicioli (1′ st Ceccaroni), Fiordilino, Cremonesi,
Maleh, Bocalon, Capello (33′ st Senesi). Pemain cadangan: Bertinato, Pomini,
Casale, Vacca, St Clair, Lakicevic, Pimenta, Soldati. Pelatih: Dionisi.
Wasit: Paolo Valeri (Roma); Asisten Wasit: Giorgio
Schenone & Davide Imperiale (Genoa); Wasit keempat: Daniele Minelli (Varese).
Kartu kuning: Bocalon (V), B. Alves (P), Grassi (P). Jumlah penonton: 3.865 (84
orang dari tim tamui). Pemasukan: 27.060 Euro.
Berbekal kemenangan ini, Parma Calcio melangkah ke putaran keempat Piala Italia, yaitu menghadapi pemenang antara pertandingan putaran ketiga lainnya: Monopoli Calcio vs Frosinone Calcio. Jika kembali memenangi pertandingan di putaaran keempat, maka gialloblu akan bersua AS Roma dalam jadwal yang telah disusun berdasar peringkat musiman Serie-A 2018/2019.
Simpang-siur pemberitaan mewarnai dua minggu terakhir bursa transfer klub Parma Calcio. Dimulai dari keragu-raguan Mounir Chouiar, “membelotnya” Skrtel dari sahabatnya: Kucka, hingga tarik-ulur kedatangan dua pemain belakang menjadi penghias halaman media olahraga Provinsi Emilia Romagna, Italia.
Adalah suatu kepastian, bahwa Parma Calcio kini tengah mencari penguatan di lini belakang, seorang bek tengah dan seorang bek sayap. Untuk posisi bek tengah, nama Tonelli tidak dapat dikesampingkan, apalagi sang pemain tidak masuk rencana jangka panjang SSC Napoli. Saat ini Tonelli juga diminati oleh dua klub pesaing: ACF Fiorentina dan US Sassuolo. Lini pertahanan sebelah kiri lebih panas lagi, sejumlah nama muncul ke permukaan, mulai dari Pezzella (Udinese Calcio), Laxalt dan Strnic (AC Milan), dan Contreau (pemain bebas transfer asal Portugal). Nama yang pertama (Pezzella) akan tiba jika klub Kota Friuli berhasil mendapatkan gantinya semisal Zeegelaar (Watford) atau pemain belakang Juventus FC. Khusus untuk Laxalt, Parma Calcio harus merogoh kocek belasan juta euro untuk mendatangkannya, di sisi lain klub gialloblu juga tidak mau bertaruh mendatangkan pemain yang memiliki riwayat keluhan jantung seperti Strnic. Contreau? Profil mantan Real Madrid FC dan AS Monaco tersebut tengah diupayakan melalui peran Bruno Alves, rekan satu timnya di skuad nasional Portugal.
Nama
lain yang ikut mewarnai bursa transfer di lini belakang adalah kemungkinan
tibanya Jacopo Sala dari UC Sampdoria. Pemain yang tidak dipanggil oleh Di
Francesco dalam laga persahabatan di Tardini diproyeksikan dapat menjadi
suksesi bagi Gazzola di sisi kiri pertahanan sekaligus pelapis dari Gagliolo di
sisi sebaliknya.
Kondisi Terakhir Parma Calcio
Kemenangan
atas UC Sampdoria merupakan bukti yang faktual bahwa klub ducali siap
mengarungi musim kompetisi 2019/2020, termasuk juga dalam ajang perburuan tiket
ke Eropa: Coppa Italia. Pada kesempatan laga kandang kedua ini, kemungkinan
D’Aversa (pelatih Parma Calcio) akan mengubah susunan pemainnya. Kulusevski
yang dinilai tampil lebih baik bisa bermain sejak peluit pertama kali
dibunyikan wasit Valeri asal Roma. Meski opsi Karamoh-Inglese-Gervinho tetap
dapat diturunkan, sang pelatih tampaknya masih penasaran dengan kinerja
Kulusevski yang didorong menjadi striker sayap.
Cideranya
Kuco alias Kucka patut disesali, kemungkinan besar Parma Calcio tidak akan
diperkuat oleh rekan senegara Martin Skrtel itu. Adapun Brugman dan Hernani
akan menjadi trio di lini tengah bersama dengan Barilla atau Grassi yang baru
pulih dari cidera. Pada lini pertahanan, absennya Gazzola jelas menyisakan
Laurini di belakang bersama ketiga koleganya Gagliolo (sayap kiri), Alves dan
Iacoponi (atau Dermaku). Posisi kiper, Sepe yang berada dalam kepercayaan diri
cukup baik kelihatannya akan kembali memulai pertandingan sejak menit pertama
pertandingan.
Berikut
prakiraan formasi Parma Calcio:
Kiper: Sepe;
Bek: Laurini,
Dermaku/Iacoponi, Alves, Gagliolo;
Gelandang:
Barilla, Brugman, Hernani;
Striker: Kulusevski/Karamoh, Inglese, Gervinho.
Mengenal Lawan: Venezia FC
Klub
“kota air” akan berupaya mencapai hasil bersejarah, mereka ingin lolos ke fase
Piala Italia dengan cara mengangkangi salah satu tim Serie-A. Tanpa diperkuat
Marino yang mengalami cidera, Dionizi (pelatih Venezia FC) akan bergantung
kepada mantan pemain Parma Calcio, Antonio Junior Vacca yang performanya tengah
menanjak. Sang pemain juga ingin membuktikan bahwa klub gialloblu keliru
mendepaknya, namun sayangnya kendala fisik menjadi problem serius bagi sang
pemain. Vacca dimungkinkan akan menjadi subtitusi dalam pertandingan nanti.
Dalam
urusan menggedor jala lawan, duet Capello-Bocalon atau Capello-Zigoni akan
menjadi andalan klub leoni alati. Sementara Ceccaroni yang baru
didatangkan dari Spezia mungkin dapat saling berganti peran dengan Cremonesi di
lini belakang arancioneroverdi tersebut.
Berikut
susunan formasi inti yang mungkin dimainkan oleh Venezia FC (4-3-1-2) sewaktu
mengalahkan Catania Calcio di putaran sebelumnya:
Kiper: Lezzerini;
Bek: Fiordaliso,
Modolo, Cremonesi, Felicioli;
Gelandang: Maleh, Fioredilino, Zuculini;
Playmaker: Aramu;
Striker: Bocalon, Capello.
Jadwal Coppa
Italia:
Pertandingan
Parma Calcio vs Venezia FC akan dilangsungkan hari Sabtu, tanggal 17 Agustus
2019, pukul 18.00 Waktu Italia atau pukul 23.00 WIB.
Pertandingan yang rencananya dipimpin wasit Paolo Valeri (Roma) ini akan menjadi ujian selanjutnya bagi Parma Calcio demi lolos ke fase selanjutnya.
Head to Head Parma
Calcio vs Venezia FC
Serie-B (23-2-2018):
Parma 1-1 Venezia
Serie-B (23-9-2017):
Venezia 0-1 Parma
Serie-C (29-1-2017
Supercoppa Lega Finals): Venezia 2-2 Parma
Serie-C
(13-9-2017 Supercoppa Lega Finals): Parma 1-2 Venezia
Serie-A (4-5-2002):
Parma 2-1 Venezia
Serie-A (5-1-2002):
Venezia 3-4 Parma
Prediksi Boys
Parma Indonesia:
Di atas kertas klub lagunari bukan lawan yang dapat dianggap enteng. Meski statistik kuno dua tahun ke belakang tidak dapat dijadikan acuan sebab komposisi pemain telah berubah, Parma Calcio harus tetap mewaspadai Franco Zuculini dan Mattia Aramu, striker dan gelandang serang Venezia FC yang berhasil membalikkan keunggulan atas gli elefanti di babak kedua Coppa Italia.
Parma Calcio
memiliki peluang untuk unggul besar setidaknya berselisih dua gol. Kami
memberikan peluang kemenangan Parma Calcio 55:45 Venezia FC.
Parma Calcio tampil gemilang di kandangnya dalam
pertandingan ujicoba melawan UC Sampdoria Sabtu malam (Minggu dini hari WIB). Bermain
di stadion Ennio Tardini kebanggaan publik Kota Parma, I Gialloblu
berhasil menekuk tamunya 2-1 melalui gol-gol Inglese dan Sprocati. Hasil tersebut
merupakan prestasi yang patut diapresiasi jelang pembukaan kompetisi Liga
Italia Serie-A, terlebih kemenangan itu diraih melawan klub sesama kontestan Serie-A.
Tim tamu sempat unggul lebih dulu di menit 6’ melalui Gaston Ramires melalui tendangan dari luar kotak penalti. Bola hasil sepakan pemain berusia 28 tahun itu sempat membentur tiang sebelah kiri gawang Luigi Sepe sebelum mensuk jala sebelah kanan. Skor 0-1 untuk UC Sampdoria.
Blucerchiati nyaris menggandakan keunggulan mereka pada menit 21’, sayangnya bola hasil tendangan Quagliarella masih melebar beberapa sentimeter dari sisi kiri gawang Luigi Sepe, padahal umpan terobosan dari Ronaldo Vieira itu cukup matang untuk dikonversi menjadi gol kedua bagi tim tamu.
Satu menit berselang, akselerasi Gervinho di dalam kotak penalti Il Samp harus dihentikan oleh Omar Coley dengan sebuah pelanggaran. Wasit menunjuk titik putih yang menandakan hadiah penalti untuk tim ducali. Inglese yang menjadi algojo penendang penalti sempat gagal menuntaskan tugasnya. Tendangan keras mendatar ke arah tengah dapat ditahan oleh Emil Audero Mulyadi, namun bola liar dapat dimanfaatkan kembali oleh Inglese untuk menyamakan kedudukan.
Tim burung api memiliki kesempatan mebalikkan keadaan di penghujung laga. Inglese lagi-lagi menunjukkan betapa berbahayanya ia, kali ini melalui tendangan jarak dekat di menit 42’. Dengan memanfaatakan umpan tarik Hernani dari sisi kiri lini serang ducali, striker yang baru didatangkan dari SSC Napoli membidik sisi kiri gawang UC Sampdoria, namun sayang bola hasil tendangannya masih dapat dimentahkan dengan kaki kiri kiper kelahiran Mataram. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Anak asuh Eusebio Di Fransesco nyaris kembali memimpin di menit ke 58’ melalui Ramirez, namun Colombi yang keluar dari sarangnya lebih cekatan menahan bola tendangan Ramirez dengan lengan kirinya. Tifosi Parma Calcio akhirnya dapat tersenyum lebar saat pemain pelapis Mattia Sprocati mampu membuat gol pamungkas di menit ke 79’. Pesepakbola yang pernah bermain untuk SS Lazio itu membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui tendangan placing dari luar kotak penalti blucerchiati. Bola melintir hasil tendangannya terlebih dahulu membentur tiang sebelum merobek gawang Mulyadi untuk keduakalinya. Skor 2-1 adalah hasil akhir pertandingan.
Berikut
ini merupakan statistik yang disadur dari www.parmacalcio1913.com dan Livescore18.com
Parma-Sampdoria 2-1
Pencetak gol: 6′ pt Ramirez (S),
22′ pt Inglese (P), 35′ st Sprocati (P).
Susunan
Pemain Parma
Calcio
1913:
Sepe (1′ st Colombi), Iacoponi (46′ st Gazzola), Inglese (26′ st Cornelius),
Hernani Jr (17′ st Barillà), Brugman (33′ st Scozzarella), Laurini (33′ st
Dermaku), B. Alves (cap.), Gervinho (26′ st Sprocati), Gagliolo, Kucka (17′ st
Grassi), Kulusevski (17′ st Karamoh). Pemain cadangan: Alastra, Machin,
Siligardi, Ceravolo. Pelatih: D’Aversa. Absen: Rigoni (cidera).
Susunan
Pemain UC Sampdoria: Emil Mulyadi, Vieira (43′ st
Pompetti), Ramirez (43′ st D’Amico), Jankto (31′ st Thorsby), Colley (31′ st
Chabot), Linetty (23′ st Barreto), Maroni (27′ st Bahlouli), Murillo (31′ st
Ferrari), Bereszynski (31′ st Augello), Quagliarella (32′ st Bonazzoli) (cap.),
Murru (31′ st De Paoli). Pemain cadangan: Falcone, Avogadri,
Regini. Pelatih: Di Francesco. Absen: Ekdal dan
Caprari, (pemulihan fisik), Sala (tanpa konfirmasi).
Wasit: Matteo Gariglio (Pinerolo); Asisten Wasit: Mattia Massimino (Chieti) & Marco
Della Croce (Rimini). Kartu Kuning: Gagliolo (P), Ramirez
(S); Penonton: 2.715 orang (246 orang dari tim tamu).
Statistik Pertandingan Parma Calcio vs
UC Sampdoria
Tendangan Sudut (FT): 4-9
Tendangan Sudut (HT) 3-4
Kartu Kuning: 1-1
Total Tendangan ke Gawang: 9-15
Tendangan Terarah: 6-7
Tendangan Melenceng: 3-8
Total Serangan yang Dibangun: 75-115
Serangan yang Membahayakan: 35-67
Penguasaan Bola (FT): 42%-58%
Penguasaan Bola (HT): 47% -53%
Kilas Bursa
Transfer
Absennya Jacopo Sala di lini belakang UC Sampdoria adalah sebuah pertanda bahwa ia sudah tidak masuk ke dalam rencana jangka panjang Di Francesco. Parma Calcio kini memiliki peluang untuk mendapatkan tanda tangan pemain kelahiran Alzano Lombardo itu. Selain telah mencapai usia matang dalam sepakbola (28 tahun), pesepakbola yang pernah merumput di Jerman itu dapat bermain di kedua sisi pertahanan. Sebuah opsi terbaik bagi lini pertahanan Parma Calcio yang membutuhkan pemain-pemain multitalenta.
Selain Sala, Faggiano juga mencoba melakukan kontak dengan AC Milan terkait dua nama, Conti dan Laxalt. Transfer keduanya terbilang rumit, Conti tidak akan hengkang dari AC Milan oleh karena penolakannya untuk bermain di klub papan bawah seperti Parma Calcio. Di samping itu, opsi peminjaman Laxalt juga menuai problem ketika Parma Calcio tidak sanggup membayar gajinya 1,8 juta euro dengan nilai penebusan di akhir musim sebesar 10 juta euro. Agaknya AC Milan akan berkeberatan menggaji pemainnya yang merumput di klub yang jelas-jelas akan menjadi seterunya di kasta tertinggi sepakbola Italia.
Sejumlah catatan telah dikantongi oleh Roberto D’Aversa pascakekalahan melawan Burnley FC di Tanah Britania. Pelatih Kepala klub Parma Calcio tengah berusaha melakukan sederet evaluasi guna memperbaiki skuad yang ia miliki. Dalam wawancara singkat yang dilakukannya kepada portal berita Parmalive! terungkap bahwa Parma Calcio saat ini tengah menghadapi persoalan besar di dua lini, belakang dan depan.
Lini pertahanan menjadi sektor yang paling disoroti oleh sang pelatih, kinerja bagus tim utama tidak dibarengi dengan kemampuan mengelola pertahanan yang dimiliki oleh pelapisnya. Duet Alves-Dermaku belum mampu diimbangi oleh pasangan duet lain misalnya Iacoponi-Minelli. Di samping sektor tengah pertahanan, lini belakang bagian kiri juga cukup memusingkan pelatih asal Abruzzo. epergian Dimarco dan pensiunnya Gobbi meninggalkan ruang menganga di sisi kidal pertahanan. Kedalaman skuad juga belum dapat disebut baik, sehingga atas alasan itulah klub gialloblu harus memutar otak agar keadaan dapat segera membaik. Solusi praktis yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini ada dua, yaitu mendatangkan pemain baru di penghujung bursa transfer musiman dan mengorbitkan pemain muda. Berbicara mengenai pemain muda, maka Giacomo Ricci bisa diajukan sebagai bek kiri, namun minimnya jam terbang di kompetisi elit membuat pemain muda klub ducali sulit untuk mendapat tempat.
Upaya mendatangkan Tonelli untuk mengisi posisi bek tengah dan Pezzella di posisi bek kiri terus dilakukan, bahkan kian gencar sejak seminggu yang lalu. Namun demikian, peluang kedua nama tadi berseragam kuning-biru masih belum jelas. Skrtel kini dikabarkan telah resmi berseragam Atalanta BSC, sedangkan Pezzella belum pasti dilepas oleh bianconerri sebelum mendapatkan gantinya yang lebih baik. Rumor lain yang mewarnai bursa transfer kemarin adalah munculnya nama Laxalt sebagai kandidat penghuni bek kiri dan Jacopo Sala di sisi kanan pertahanan. Segalanya belum mendapatkan kejelasan.
Problem kedua yang dihadapi klub Emilia adalah tumpulnya lini serang. Trio penyerang (Gervinho-Inglese-Karamoh) yang sempat digadang-gadang akan menjadi tridente eksplosif belum dapat sepenuhnya menunjukkan ledakan yang diharapkan. Ketiga pemain belum mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai mesin gol bagi Parma Calcio, sesuai sesumbar para penggemar. Meskipun nama Kulusevski mencuat akhir-akhir ini, belum banyak kontribusi yang dapat diberikan oleh pemain pinjaman Atalanta BSC tersebut. Menyikapi problematika “kemandulan sekunder” di lini gedor, maka Daniele Faggiano (Direktur Olahraga Parma Calcio) berupaya mendatangkan seorang pemain lagi, kali ini dari RC Lens (klub Liga 2 Perancis). Pesepakbola tersebut bernama Mounir Chouniar. Mounir sempat diminati beberapa klub Liga Premier Inggris, maharnya diprediksi sekitar 5-8 juta euro. Kontak telah dilakukan dan kesepakatan agaknya telah ditemukan meski belum jelas berapa nilai kontrak dan klausul yang disetujui kedua klub. Berkenaan dengan rencana Parma Calcio mendatangkan Mounir, pro kontra terus bermunculan. Beberapa pihak meyakini bahwa pembelian pemain baru yang “masih hijau” dalam atmosfer Liga Italia tidak akan berdampak signifikan terhadap produktifitas gol klub gialloblu.
Kondisi Terakhir Parma Calcio
Beberapa pemain meninggalkan ruang perawatan setelah mereka berhasil pulih lebih cepat, kecuali Luca
Rigoni. Kucka, Grassi, Siligardi, dan kawan-kawan yang sempat mengalami problem
fisik berhasil pulih jelang laga menghadapi blucherciati besok. Pertandingan
Parma Calcio vs Sampdoria akan dilangsungkan hari Sabtu, tanggal 10 Agustus
2019, pukul 20.30 Waktu Britania atau (Minggu pukul 01.30 WIB).
Berikut
susunan formasi inti yang mungkin dimainkan oleh Parma Calcio (4-3-3):
Klub
kebanggaan Kota Genoa akan bermain tanpa Gabbiadini (cidera), dan mungkin juga
Denis Praet yang tengah mengurus kepindahannya ke Leicester City. Dua pemain, Caprari dan Chabot, telah pulih dan dapat kembali berlatih bersama tim, namun nama yang pertama
sepertinya akan tetap diistirahatkan oleh Eusebio Di Francesco. Pemain lainnya
yang masih dalam tahap pemulihan adalah Ekdal. ia masih menjalani latihan paruh
waktu bersama rekan-rekannya.
Pelatih
baru blucherciati mengakui bahwa pertandingan persahabatan melawan
Spezia dan Parma Calcio merupakan peluang untuk meningkatkan kemampuan. Seluruh
pemain yang ada akan ditampilkan secara bergantian dalam kedua laga
persahabatan tersebut. Kuat kemungkinan
bahwa UC Sampdoria akan lebih mengutamakan skuad lapis kedua mereka. Apalagi mental bertanding anak-anak Genoa itu tengah memuncak setelah berhasil mengalahkan Spezia dengan skor 3-5 minggu lalu.
Berikut ini adalah susunan formasi inti yang mungkin dimainkan oleh UC Sampdoria
(4-3-3):
Hingga saat ini (9/8) Parma Calcio masih memiliki tiga puluh dua
orang pemain sepakbola aktif yang akan disusutkan menjadi dua puluh lima pemain
dalam satu musim kompetisi. Dari ketigapuluh dua orang yang ada tujuh
diantaranya adalah pemain redudansi yang boleh jadi dilepas ke klub lain,
yaitu: Minelli, Ceravolo, Baraye, Ricci, Rigoni, Scaglia, dan Simonetti. Masih
ada waktu sekitar tiga minggu bagi D’Aversa untuk mempertimbangkan siapa yang
akan bertahan dan siapa yang akan pergi. Berikut data lengkap para pemain Parma
Calcio yang masih berada di dalam tim:
Berdasarkan pemberlakuan aturan pendaftaran Serie-A sejak musim kompetisi 2015/2016, maka setiap klub wajib mendaftarkan 25 pemainnya dalam satu musim berjalan. Pendaftaran itu harus menyertakan minimal delapan pemain homegrown (paling sedikit empat pemain akademi masing-masing klub). Khusus untuk pemain di bawah usia 21 tahun tidak perlu didaftarkan dan secara otomatis akan menghuni skuad reverse.
Analisis Segmentasi Lini
Berdasarkan nama-nama di atas, kami mencoba membaginya menjadi beberapa segmentasi lini sehingga diperoleh keduapuluh lima pemain inti yang akan menjadi tim utama Parma Calcio di musim 2019/2020. Segmentasi yang dimaksud dapat dijelaskan sebagai berikut:
Penjaga Gawang (3 pemain): Sepe, Colombi, dan Alastra merupakan nama-nama final yang sudah dipastikan akan menjadi palang pintu klub ducali. Sepe akan menjadi kiper utama dengan diback-up oleh dua kiper cadangan Colombi dan Alastra yang akan lebih banyak dimainkan sebagai pengganti atau di Piala Italia. Uniknya ketiga nama tersebut merupakan pembelian baru jelang musim 2019/2020.
Bek Tengah (4 pemain): Dominasi Bruno Alves-Dermaku dapat menjadi andalan gialloblu. Statistik mencatat bahwa Parma Calcio tampil “nyaman” ketika keduanya diduetkan. Iacoponi jelas akan tetap dipertahankan. Adapun Minelli (18 tahun) bisa secara otomatis tetap berada di tim utama. Parma Calcio masih mengincar Seorang center-back untuk meyakinkan soliditas lini belakang. Setelah kegagalan merekrut Skrtel, nama yang menjadi rumor adalah Tonelli dan jika ia benar-benar datang, maka Minelli kemungkinan akan dipinjamkan dengan alibi redudansi (mengurangi beban klub).
Bek Sayap (3 pemain): Laurini-Gazzola di sisi kanan dan Gagliolo-Ricci di sisi kiri adalah nama wingback yang tersisa di dalam tim. Manajemen klub masih mengincar dua pemain lagi, satu di posisi bek tengah dan satu lagi di posisi kiri lini pertahanan. Nama Pezzella dan Jacopo Sala terus menjadi rumor tak berujung sampai akhir pekan ini, bahkan pemain gaek Molinaro pun sempat masuk ke dalam bursa penghuni bek kiri. Opsi mengembalikan Dimarco dari Intermilan FC dan opsi meminjam Diego Laxalt dari AC Milan juga tengah dijajaki. Jika tidak ada pemain yang dapat didatangkan, maka Gagliolo akan terus diplot dalam peran sekundernya di sisi kiri pertahanan klub ducali.
Gelandang (8 pemain): Lini centrocampista akan dihuni setidaknya enam sampai tujuh pemain, sebab sepanjang musim lalu lini tengah merupakan sisi rentan dari klub ducali. Trio Kucka-Brugman-Hernani akan menjadi andalan utama disamping Barilla-Grassi-Scozzarella. Nama-nama lain seperti Munari, Rigoni, dan Simonetti yang masuk ke dalam daftar redudansi dimungkinkan akan terdepak. Adapun Machin, D’Aversa akan tetap dapat mempertahankannya dengan catatan tidak ada penambahan pemain baru di lini tengah.
Striker (7 pemain): Posisi striker klub ducali akan ditempati oleh kombinasi pemain baru dan pemain lama. Para pemain yang dimaksud yaitu tridente Gervinho-Inglese-Karamoh, atau trisula pelapisnya Siligardi-Cornelius-Sprocati. Masih ada kemungkinan bagi Baraye untuk tetap bertahan menjadi pemain ketujuh di lini depan, dengan catatan Mounir Chouiar (20 tahun) tidak jadi didatangkan dari RC Lens. Khusus untuk Fabio “Belva” Ceravolo, sepertinya ia benar-benar harus pergi kali ini.
Prediksi
Boys Parma Indonesia
Berikut prediksi keduapuluh lima pemain inti Parma Calcio berdasarkan
materi yang ada:
Kiper (3): Sepe, Colombi, Alastra;
Bek (7): Alves, Dermaku, Gagliolo, Gazzola, Iacoponi, Laurini, Mr. X
(masih dicari);
Berdasarkan
prakiraan data di atas, maka pemain
yang diprediksi akan hengkang adalah:
Kiper: –
Bek: Minelli
(jika bek tengah yang baru berhasil didatangkan), Ricci (dalam
proses ke Padova),
Scaglia (kemungkinan akan dipinjamkan ke tim kasta bawah);
Gelandang:
Munari (reverse team karena faktor usia), Rigoni (reverse team karena
faktor usia), Machin (dipinjamkan) Simonetti
(dipinjamkan);
Striker:
Adorante
(opsi primavera dalam penyembuhan cidera lutut), Ceravolo (dijual), Baraye (akan
dipinjamkan jika
Mounir
Chouiar jadi bergabung ke Parma).
Bagaimanakah susunan formasi sejauh ini, gambar di bawah ini dapat mewakilinya:
Jay Rodriguez menjadi momok yang menakutkan di babak kedua, setelah ia mampu menggetarkan jala Luigi Sepe sebanyak dua kali. Burnley FC akhirnya meraih dua kemenangan beruntun di kandangnya sendiri atas dua lawan berbeda dari dua negara berbeda: OSC Nice dan Parma Calcio 1913. Publik The Clarets mengakui bahwa tidak mudah menekuk perlawanan gialloblu di stadion kebanggaan mereka.
Bertanding tanpa dua pilar utamanya, Gervinho dan Hernani, Parma Calcio tampil agresif di babak pertama. Sejumlah peluang lahir dari beberapa serangan yang dibangun oleh para pemain gialloblu, namun Nick Pope sangat cekatan menjaga gawangnya tetap perawan. Situs resmi Burnley FC memberikan pujian bagi penampilan Parma Calcio yang dinilai telah mempersiapkan diri dengan baik jelang dua pekan Serie-A dimulai. Anak asuh Roberto D’Aversa tidak terlihat canggung dalam laga tandangnya di Inggris yang berakhir 2-0. Klub ducali tetap berani menyerang dalam suasana yang hangat dan lembab di stadion Turf Moor, tidak seperti saat OSC Nice menyambangi Kota Lanchester 31 Juli 2019.
Skuad Parma Calcio tampil sangat menyulitkan para pemain The Clarets sebelum turun minum. Klub ducali mendapat beberapa peluang, terutama bola tendangan Yann Karamoh yang berhasil digagalkan dan peluang yang didapat oleh Juraj Kucka yang masih melenceng. Roberto Inglese yang lincah juga menjadi ancaman serius bagi klub Inggris, sayangnya sundulan kepala Bobby English dari sudut pertahanan masih mengenai bagian bawah mistar gawang klub besutan Sean Dyche. Burnley FC bukan tanpa peluang, Chris Wood juga nyaris membuat klub tuan rumah unggul di babak pertama. Skor kacamata menjadi skor akhir di babak pertama.
Pada babak kedua, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir. Tujuh menit berjalan (52’), Rodriguez berhasil memanfaatkan kecepatan yang ia miliki untuk melakukan sentuhan terhadap bola liar yang memantul dari umpan silang dari Aaron Lennon. Tiga menit kemudian Rodriguez lagi-lagi menjebol gaawang Parma Calcio, kali ini melalui finishing yang lebih cerdik. Umpan silang Lowton dapat dikonversi menjadi gol melalui sundulan di pojok gawang Sepe (55).
Masih ada waktu bagi Parma Calcio untuk melakukan
pembenahan secara taktis dan teknis, mengingat pertandingan melawan UC
Sampdoria baru akan dilangsungkan pada tanggal 10 Agustus 2019.
BURNLEY: Pope,
Lowton (27′ st Bardsley), Taylor (22′ st Pieters), Cork (38′ pt Westwood), Mee
(cap.), Wood (1′ st Barnes), Brady (32′ pt McNeil), Hendrick (28′ st Benson),
Gibson (22′ st Dunne), J. Rodriguez (27′ st Wells), Lennon (22′ st
Gudmundsson).
Pemain Cadangan: Hart, Legdzins, Vydra.
Pelatih: Sean Dyche (di situs resmi Parma
terhadi kesalahan penulisan –pen)
PARMA CALCIO 1913: Sepe, Dermaku, Karamoh (12′ st Sprocati), Brugman (21′
st Scozzarella), Laurini (12′ st Gazzola), Barillà (40′ st Munari), B. Alves
(cap.), Gagliolo (1′ st Iacoponi), Kucka (20′ st Machin), Kulusevski (40′ st
Ceravolo), Inglese (12′ st Cornelius).
Pemain
Cadangan Colombi, Alastra, Scaglia, Ricci.
Pelatih: D’Aversa.
Wasit: Paul
Tierney. Asisten Wasit: Paul Graham & Peter Gooch. Wasit
Keempat: Marc Edwards. Penonton: 4.846 orang (52 orang Parmigiani).
Bursa Transfer
Kedatangan Pezzella sepertinya masih sulit terealisasi setelah Igor Tudor memainkannya selama 90 menit saat Udinese Calcio bertandang ke markas klub Besiktas (Turki). Penampilan yang apik pada pertandingan yang berkesudahan 0-2 itu membuat pelatih bianconerri merasa puas atas performa sang pemain. Igor Tudor disinyalir akan tetap mempertahankannya jika Zeegelaar atau Pelegrini tidak dapat didatangkan ke Friuli.
Pada bursa transfer ke luar, Parma Calcio telah resmi menolak pinangan Cosenza untuk Kastriot Dermaku, sedangkan harapan merekrut Camilo Ciano pupus sudah setelah Frosinone Calcio memperpanjang kontrak penyerang eksternal mereka.
Adapun Saporetti kian dekat mendapatkan kontrak duatahunannya di Catania Calcio. Kabar kejutan adalah diliriknya kembali pemain gaek Molinaro yang baru memutuskan kontraknya dengan Frosinone Calcio.
Parma Calcio belum berhenti berburu di bursa transfer musim 2019/2020. Kemarin, Direktur Olahraga klub ducali, Daniele Faggiano, menyatakan dalam wawancaranya bahwa manajemen masih memproritaskan kedatangan seorang bek kiri, nama yang mengerucut kepada Giuseppe Pezzella. Ia menyebut bahwa untuk mendatangkan sang pemain, klub gialloblu akan melakukan upaya terakhir sampai penghujung periode bursa transfer. Pezzella dan Udinese Calcio sedari awal telah menyetujui transfer pemain ke Parma Calcio dengan klausul pinjaman kewajiban penebusan, namun Igor Tudor (pelatih bianconerri) masih merasa enggan melepasnya dengan alasan keberadaan Zeeglaar (pemain pinjaman Watford FC) di dalam skuadnya. Kabar terakhir menyebutkan bahwa klub zebra tengah mencari jalan lain, yaitu membidik Luca Pellegrini dari Juventus FC sebagai alternatifnya. Itu artinya transfer pemain U-21 timnas Italia baru akan direalisasi setelah klub Kota Udine mendapatkan salah satu pemain: Zeeglaar atau Pellegrini.
Pada kesempatan yang sama, Faggiano juga berujar bahwa aktifitas bursa transfer harus tetap memperhatikan anggaran klub, itu artinya sangat tidak mungkin kembali memungut Bastoni dan Dimarco dari Intermilan FC yang jelas-jelas pasti kembali membuat klub ducali merogoh koceknya dalam-dalam. Namun demikian, pernyataan Faggiano tidak menutup kemungkinan bagi kedatangan Martin Skrtel, mengingat bek batu karang asal Slovenia berstatus bebas transfer. Kedatangan Pezzella dan Skrtel sangat mungkin terjadi di penghujung bursa transfer musim panas ini.
Meskipun telah memiliki Vincent Laurini dan Marco Gazzola, Parma Calcio tetap memburu bek kanan lainnya, Jacopo Sala. Selain mencoba melakukan peremajaan di sektor sebelah kanan pertahanan degan memasukkan pemain berusia 27 tahun itu, kelihatannya klub kuning-biru tengah mencari alternatif yang dapat menggantikan Pezzella dan Gagliolo. Selain berposisi sebagai bek kanan, pesepakbola kelahiran tahun 1991 tersebut juga mampu memainkan peran sebagai bek kiri, sebagaimana yang diperankan oleh pria berdarah Italia-Swedia.
Adapun Luca Siligardi dan Mattia Sprocati, sejauh ini mereka tetap
akan berada di barisan skuad Parma Calcio. Mereka akan menjalani perannya
massing-masing sebagai pelapis Yann Karamoh dan Gervinho mengingat gialloblu akan memainkan dua kompetisi pada
musim ini (Liga Serie-A dan Piala Italia). Siligardi sebenarnya dekat
dengan pemutusan kontrak dan Sprocati juga sempat ditawarkan ke Hellas Verona
FC. Akan tetapi, kabar itu
memudar sepanjang perhelatan pramusim di Prato allo Stelvio dan Bad Hall
Austria.
Kondisi
Terakhir Parma Calcio
Kembalinya Gagliolo ke dalam tim adalah berkah tersendiri
bagi klub asuhan Roberto D’Aversa, sebab pria blasteran Italia-Swedia itu dapat
kembali ke posisi kiri yang ditinggalkannya sejak di Prato allo Stelvio. Hingga
pelatihan ganda (pagi dan sore) dihelat di pada tanggal 1 Agustus 2019, ruang
perawatan klub Parma Calcio kini masih dihuni beberapa pemain, diantaranya
Grassi-Siligardi-Rigoni. Adapun Kucka yang sempat mengalami cidera, kini juga
kembali berlatih di dalam grup.
Parma Calcio telah melakukan latihan pagi yang terakhir kemarin (2/8), hari ini rombongan sudah harus berada di Tanah Britania untuk menyambangi kandang Burnley FC dalam lanjutan laga pramusim 2019/2020. Informasi terakhir yang diperoleh menyatakan bahwa Gervinho dan Hernani tidak akan dapat ditampilkan karena terkendala dalam persoalan ijin tinggal (imigrasi).
Pertandingan Burnley FC versus Parma Calcio akan
dilangsungkan hari Sabtu, tanggal 3 Agustus 2019, pukul 15.00 Waktu Britania
atau pukul 21.00 WIB.
Pada musim 2018/2019 klub yang diarsiteki Sean Dyche melorot drastis ke posisi 15 klasemen Liga Premier, padahal musim sebelumnya mereka mampu nangkring di posisi tujuh besar Liga Inggris. Atas dasar inilah, klub jawara dua kali liga Inggris tersebut kini tengah berbenah agar dapat kembali bangkit di musim 2019/2020.
Dalam perhelatan ujicoba pramusim, Burnley FC berhasil memetik kemenangan atas Port Vale FC 1-3, selanjutnya dikalahkan Alexandra FC 1-0 di hari yang sama (20/7). Selanjutnya klub yang lahir pada tahun 1882 itu kembali menang pada dua laga away mereka atas Fleetwood Town 0-2 (24/7) dan bermain draw melawan Wigan Athletic 2-2 (26/7). Performa klub yang bermarkas di Turf Moor semakin menanjak ketika berhasil menjungkirbalikkan OGC Nice (klub Lige 1 Perancis) dengan skor 6-1 pada tanggal 31 Juli 2019. Pertandingan di mana Wood, striker utama mereka menyumbang tiga gol (hattrick) dan klub ini hanya memerlukan waktu 32 menit untuk unggul membuat empat buah gol!
Mencermati keberhasilan Burnley FC di laga terakhir melawan OGC Nice, maka Bruno Alves dkk. harus ekstra waspada. Bermain dengan hanya 40% penguasaan bola, klub asal Kota Lancashire mampu tampil lebih efektif menyerang, faktanya ada paada enam gol yang berhasil mereka sarangkan ke jala gawang wakil Perancis tersebut.
Berikut susunan
formasi inti yang mungkin dimainkan oleh Burnley FC:
Kiper: Joe Hart/N. Pope/A. Legdinz;
Bek: ; P. Bardsley/A. Driscoll-Glennon; B. Gibson/A.
Koiki; K. Long/A. Lowton; B. Mee/E. Pieters/J. Tarkowski/C. Taylor;
Gelandang: J. Benson/R. Brady; S. Defour/J. Hendrick; J. Gudmundsson/J. Cork/; .
Lennon/A. Westwood;
Striker: A. Barnes/D. McNeil; C. Wood; M. Vydra/J.
Rodriguez
Seletah melihat track record Burnley FC yang tengah menanjak, dapat dipastikan pertandingan akan berjalan sengit. Pasalnya kedua tim yang sama-sama mengusung format bertahan akan mengandalkan serangan balik sebagai senjata mematikan. Parma Calcio mengandalkan duet Karamoh-Gervinho, sedangkan duet Rodriguez-Barnes akan menjadi tumpuan harapan tim tuan rumah. Duel ini juga mempertemukan dua bomber jangkung Wood vs Inglese.
Selamat
menyaksikan “Pertandingan Persahabatan dalam atmosfir BPL”: Burnley FC
vs Parma Calcio
Laga Parma Calcio versus Juventus FC akan menjadi pertandingan pembuka kompetisi Serie-A Liga Italia musim 2019/2020. Kompetisi yang akan bergulir kembali mulai tanggal 24 Agustus 2019 itu akan menghadirkan dua puluh kontestan yang akan saling jegal menuju tangga scudetto.
Jum’at 1 Agustus 2019 menjadi tanggal yang dipilih oleh manajemen klub ducali untuk meluncurkan jersey ketigamereka yang terbaru. Tanggal ini juga dipilih oleh salah satu situs berita sepakbola parma untuk mensosialisasikan peraturan baru yang akan diberlakukan dalam musim kompetisi tahun ini. Apa sajakah yang baru? Simak ulasan berikut ini:
Jersey Baru
Sejauh ini Parma Calcio baru mengeluarkan dua jersey anyar mereka, yaitu home dan third (jersey pertama dan jersey ketiga). Jersey pertama adalah jersey yang akan digunakan dalam laga-laga kandang, baik dalam ajang kompetisi liga maupun dalam pertandingan di piala Italia (Coppa Italia). Jersey ketiga adalah jersey yang menjadi alternatif ketika jersey home dan away tidak dapat digunakan, mungkin karena pilihan warna kaos seragam yang akan dikenakan oleh tim lawan, pertandingan khusus Piala Italia, atau bisa juga atas dasar alasan selera.
Jersey home (putih dengan silang dada) merupakan jersey tradisional yang dikenakan sejak lama. Ia mengambil konsep baju perang kerajaan Romawi abad pertengahan dengan salib lebar di bagian dada. Konsep ini merupakan tradisi yang tidak dapat dihilangkan dari kota Parma yang menjunjung tinggi nilai-nilai kristianitas.
Adapun jersey ketiga klub ducali merupakan ekspresi dari kebangkitan kembali setelah melalui masa-masa suram kebangkrutan yang diidentikkan dengan gelapnya kematian. Konsep jersey ala reinkarnasi yang mengusung takeline Phoenix 2.0 itu selalu didominasi dengan warna hitam, warna abu kremasi dengan maskot burung phoenix yang diyakini sebagai burung api keabadian.
Konsep jersey ketiga itu sejalan dengan semboyan yang diusung oleh publik Parma Calcio musim ini yaitu: una storia infinita yang berarti “sebuah kisah yang tidak akan pernah berakhir”. Kabar gembiranya, kedua jersey telah dijual bebas di parmastoredan dapat dibeli melalui situs jual beli resmi Parma Calcio secara online seharga 75 euro. Kabar buruknya, sementara ini hanya diproduksi terbatas dan harganya cukup tinggi.
Lantas dimanakah jersey kedua (jersey away) Parma Calcio? Last not least, jersey yang rencananya mengusung warna-warna kejayaan abad 21 tersebut rencananya akan dilaunching sebelum pekan pertama liga Italia dimulai.
Peraturan Baru
Terdapat beberapa
peraturan baru yang perlu diketahui dalam kompetisi yang akan digulirkan. Peraturan-peraturan
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut
Hand Ball: Apabila bola mengenai lengan yang tengah membentang lebar
atau berada dalam posisi yang tidak alami, yaitu mengangkat tangan setinggi
bahu atau lebih atau dalam merupakan bagian dari gerakan tubuh yang aktif, hal
tersebut akan selalu menjadi suatu pelanggaran (akan diberikan penalti jika
pelanggaran terjadi di area penalti). Bahkan jarak yang dekat tidak lagi
dianggap mengurangi kemungkinan dijatuhkannya hukuman. Namun demikian, konsep bola
yang mengenai tangan atau lengan yang menempel dengan tubuh tetap diberikan
toleransi.
Pagar Betis: Dalam hal terjadinya tendangan bebas, para pemain tim yang menyerang
tidak akan lagi dapat ikut serta dalam pagar betis yang dibuat (setidaknya ada
3 pemain membentuk pagar betis sebagai penghalang) untuk menghalangi eksekutor
atau sekedar membuat dinding penghalang, dan mereka (para pemain yang
mendapatkan tendangan bebas) harus mematuhi jarak yang ditentukan, setidaknya 1
meter dari pagar penghalang. Jika mereka ingin berada di depan tetap
diperbolehkan, tetapi selalu berjarak 1 meter dari pagar betis.
Pergantian Pemain: Untuk membuang waktu, banyak pemain yang berjalan
lambat ketika keluar dari lapangan, adegan ini menjadi ciri khas ketika sebuah
tim sedang mengungguli gol lawannya. Ia hanya dibenarkan beberapa menit untuk
pergi keluar lapangan, sebab IFAB telah menetapkan bahwa pemain harus
meninggalkan bidang permainan di titik terdekat dari garis pembatas lapangan
saat itu juga.
Tendangan Gawang: Penjaga gawang atau pemain belakang tidak
lagi berkewajiban untuk kembali ke luar area penalti, tetapi ia juga akan dapat
melewati rekan setim di dalamnya. Para penyerang dapat memasuki area ketika bola
ditendang oleh orang yang bertanggung jawab untuk menendang bola tendangan
gawang (bola yang ditendang harus bergerak dengan jelas). Jika ada striker di
area penalti dan bek memutuskan untuk merebut bola, maka para penyerang tidak boleh
merebut bola itu sampai ia dikuasai oleh bek dan dimainkan, atau disentuh dan
bergerak. Jika tidak, maka tendangan gawang akan diulang. Sebuah aturan yang
mendukung pembangunan permainan pertahanan tetapi juga menghindari tekanan dari
lawan.
Kick-off: Tim yang memenangkan undian awal (undian koin dari wasit)
dapat memilih apakah akan memainkan bola atau lapangan, sedangkan aturan sebelumnya
hanya lapangan yang bisa dipilih oleh tim pemenang undian.
Pelatih: Bahkan pelatih dan manajer di bangku cadangan akan
dikenakan perlakuan yang sama seperti para pemain lainnya. Jika terjadi
pelanggaran atau perilaku keliru lainnya dari mereka, maka wasit dapat memberikan
kartu kuning kepada mereka. Dalam kasus pelanggaran lanjutan (pengulangan) atau
pelanggaran yang serius, maka akan diberikan kartu merah dengan diskualifikasi
(hukuman larangan tampil) minimal 1 kali pertandingan. Aturan ini tidak seperti
di masa lalu di mana pelatih/staf yang diberi kartu merah tetap dapat kembali
duduk ke bangku cadangan pada pertandingan selanjutnya.
Perayaan Gol: Kartu kuning yang diterima karena selebrasi gol yang berlebihan, tetap akan djatuhkan meskipun gol dibatalkan (dalam hal terjadi
gol yang dibatalkan, hukuman kartu yang dijatuhkan tetap berlaku).
Keuntungan
dalam Hukuman: Dalam hal terjadi hukuman yang
menguntungkan
salah satu tim, keuntungan tetap berjalan bahkan sekalipun kartu baru akan
dikeluarkan
wasit. Para pemain tim yang mendapat manfaat dari hukuman, akan dapat
langsung mengeksekusinya tanpa harus menunggu wasit mengeluarkan kartu dan
menulis di buku catatan. Wasit dapat menunggu sampai aksi mereka selesai, kemudian baru menuliskannya di
buku catatan atau mengeluarkan kartu. Jika
pelanggaran menyangkut tindakan menghalau peluang untuk
mencetak gol ke tim lawan, pemain hanya akan diberikan peringatan saja.
Sentuhan Wasit: Tidak ada
lagi assist yang tidak disengaja oleh wasit atau penghentian pertandingan karena sentuhan tidak disengaja oleh wasit. Aturan baru
menyatakan bahwa wasit tidak lagi menjadi bagian dari permainan, jadi jika bola
mengenai seorang wasit, maka permainan akan terganggu dan akan dilanjutkan
dengan drop ball oleh wasit atau menjadi bola milik kiper jika sentuhan
wasit terjadi di dalam area kotak penalti.
Mencetak Gol Menggunakan Tangan: Jika bola masuk ke dalam gawang
setelah disentuh dengan satu tangan, maka gol ke dalam gawang akan selalu dibatalkan. Jika gol tercipta dari tindakan
tersebut,
maka gol
itu akan divalidasi.
Peraturan untuk
Penjaga Gawang: Penjaga gawang dapat memainkan bola dengan
kaki di bagian belakang area pertahanan, ia bisa mendapatkan kembali penguasaan
bola tanpa ada hukuman tendangan bebas tidak langsung yang dijatuhkan.
Lemparanke Dalam oleh Wasit: Dalam
kasus-kasus pemain cedera, masuknya seseorang penyusup ke lapangan, ada lemparan benda dan
gangguan lain
yang memungkinkan bola kembali kepada wasit, maka wasit akan
memberikan bola langsung ke tim yang berhak memainkannya, dengan jarak 4 meter dari pemain lawan. Jika bola berada di dalam kotak penalti
saat kejadian berlangsung, maka wasit
melakukan lemparan ke dalam lapangan dan bola selalu
diberikan kepada penjaga gawang.
Penalti: Penjaga
gawang tidak lagi berkewajiban menjaga kedua kakinya di garis gawang tetapi cukup hanya satu kaki saja. Yang harus diperhatikan adalah setidaknya ada satu kaki yang masih berjejak di garis gawang, VAR dapat melakukan intervensi untuk
mengulangi tendangan penalti, bahkan untuk pelanggaran beberapa
sentimeter
saja penalti dapat diulang, penjaga gawang juga akan diberi peringatan. Tidak akan ada teguran dalam hal pengulangan selama tendangan penalti. Eksekusi penalti tidak bisa dilakukan selama kiper masih menyentuh tiang,
mistar gawang atau jaring gawang.
Italia tampaknya batal mengadopsi aturan lainnya tentang
eksekusi penalti, di mana setiap bola yang berhasil ditepis kiper menjadi bola
mati atau tidak boleh direbound oleh sang pemain. Kelihatannya peraturan
rebound oleh eksekutor tendangan penalti dalam pertandingan babak tetap
berlaku.
Parma Calcio menekuk SV Grün-Weiß Micheldorf pada lanjutan rangkaian ujicoba pramusim yang berlangsung kemarin (30/7). Tim yang dikomandoi Roberto D’Aversa kembali mampu mencetak empat gol yang masing-masing disarangkan oleh Gervinho di menit ke 16’, Hernani pada menit ke 34’, Scaglia di menit ke 53’ dan Sprocati di menit ke 75’.
parmacalcio1913.com
Parma Calcio tampil dengan dua formasi yang masing-masing dimainkan di kedua babak. Tampil tanpa Kucka dan Gagliolo, pelatih asal Abruzzo tetap mengusung skema 4-3-3 andalannya dengan memasang tridente ekspolsif di lini depan: Gervinho-Inglese-Karamoh.
Gol pembuka tercipta pada menit ke 16‘ melalui kaki kanan Gervinho dari luar kotak penalti. Bola sempat mengenai tiang gawang terlebih dahulu sebelum menusuk masuk ke jala gawang yang dijaga Kerschbaumsteiner. Hernani berhasil menggandakan keungglan klub ducali di menit ke 34’ melalui tendangan bebasnya. Pemain baru asal Brazil ini sepertinya akan didaulat menjadi spesialis eksekutor bola mati di luar kotak penalti lawan di samping sang kapten, Bruno Alves.
parmacalcio1913.com
Pada babak kedua, seluruh pemain Parma Calcio nyaris mengalami perombakan total. Pergantian kesebelas pemain yang dilakukan tidak menyurutkan alur serangan, hal itu dibuktikan dengan statistik penguasaan bola dan jumlah umpan yang dilepaskan.
Gol ketiga dan keempat akhirnya lahir melalui Luigi Alberto Scaglia di menit 53’ dan Mattia Sprocati di menit ke 75’. Gol Sprocati tercipta dari kemampuan sang pemain menempatkan bola di sudut pertahanan, sedangkan gol Scaglia lahir dari tendangan dari tepi lapangan yang sempat membentur tiang sebelum mendarat mulus di jala gawang Pliz, kiper kedua klub yang bermarkas di Cool and Fair Arena Micheldorf Austria. Meskipun berhasil mencetak gol yang mendapatkan pujian di akun Instagram Iacomoni, masa depan Luigi Alberto Scaglia akan tetap jauh dari gialloblu. Pemain pekerja keras yang musim lalu memperkuat Catania itu, kemungkinan akan tetap bermain di kompetisi Serie-B musim depan.
parmacalcio1913.com
Tampaknya banyak tifosi yang kurang puas atas hasil 4-0
ini, mengingat GW Micheldorf adalah tim amatir penghuni liga level keempat di
dalam kancah persepakbolaan Austria. Tim sekelas Parma Calcio –yang bermain di
kasta teratas liga Italia– seharusnya mampu menuai hasil lebih maksimal melawan
klub semenjana, terlebih gialloblu telah menurunkan trio eksplosifnya. Terlepas
dari hitungan di atas kertas, kemenangan 4-0 atas penghuni posisi 12 klasemen Serie-D Liga Austria musim
lalu itu tetaplah merupakan hasil positif yang wajib diapresiasi.
Tim Parma Calcio akan tetap berlatih di Bad Hall hingga tanggal 2 Agustus 2019. Keesokan harinya, klub gialloblu akan bertolak ke Inggris untuk melakoni laga keenam pramusim 2019/2020 menghadapi Burnley FC, salah satu kontestan Liga Premier Inggris.
Pencetak gol: 16′
pt Gervinho (P), 34′ pt Hernani (P), 8′ st Scaglia (P), 30′ st Sprocati (P).
Susunan Skuad GW-Micheldorf: Kerschbaumsteiner
(1′ st Pliz), Mackdonald, Sehr (cap.), Simunovic (25′ st Heigl), Helmberger T.,
Helmberger A., Krusch, Kovjenic, Gumplmayr (1′ st Dramac), Habibovic (40′ st
Zamecek), Idrizi. Pemain cadangan: Dzafic, Gross, Pavlovic, Gudeljevic, Zamecek,
Biljesko, Bundeljevic. Pelatih:
Kalbar.
Susunan
Skuad Parma Calcio 1913: Sepe
(1′ st Colombi), Dermaku (1′ st Iacoponi), Machin (1′ st Barillà), Karamoh (1′
st Scaglia), Hernani (1′ st Scozzarella), Laurini (1′ st Gazzola), B. Alves
(cap.) (1′ st Saporetti), Gervinho (1′ st Sprocati), Kulusevski (1′ st Munari),
Inglese (1′ st Ceravolo), Ricci (14′ st Simonetti). Pemain cadangan:
Corvi. Pelatih: D’Aversa.
Wasit: Robert Platzer. Asisten wasit: Ilyas Polat & Robert Domic. Penonton: 500 circa
Kabar Bursa
Transfer
Gaston Brugman, siap mengenakan jersey kuning-biru setelah Parma Calcio menemukan kesepakatan transfer dengan klub lumba-lumba. Untuk mendatangkan Brugman, gialloblu harus merogoh koceknya senilai 2 juta euro ditambah Matteo Brunori Sandri sebagai mitra teknis yang akan menjadi “alat barter” dalam transaksi dengan Pescara Calcio. Brugman menandangani kontrak yang mengikatnya hingga tahun 2022 di Parma Calcio, sedangkan Brunori baru akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahunnya pada hari ini (31/7). Striker muda milik Parma Calcio akan dilepas dengan klausul peminjaman plus kewajiban penebusan.
Sebelum Brugman, Parma
Calcio kedatangan Fabrizio Alastra (30/7), pesepakbola kelahiran Erice 1
Oktober 1997 digadang-gadang akan menjadi calon kiper ketiga Parma Calcio musim
depan. Palang pintu USC Palermo itu meninggalkan klubnya pascakebangkrutan rosanera
akhir musim lalu. Ia telah menandatangani kontrak bersama ducali hingga 30 Juni
2022.
Di tempat lain, Da Cruz telah menandatangani kontrak dengan Ascoli. Pesepakbola muda Belanda kelahiran tahun 1997 itu akan menjadi pemain pinjaman di sana hingga tanggal 30 Juni 2020. Kepindahan Da Cruz ini hanya berselisih satu hari dari hengkangnya Dini, Scognamilo, Golfo, dan Cauz ke Trapani.
udinesecalcio.com
Hingga ulasan ini dibuat, Pezzella belum juga kunjung tiba di Parma Calcio. Keinginan Igor Tudor mengevaluasinya dalam beberapa laga persahabatan Udinese Calcio, membuat transfer anggota timnas Italia U-21 menjadi tertunda. Parma Calcio tetap mengupayakan kedatangan bek kiri muda berpengalaman, sembari terus mengujicoba Giacomo Ricci yang mungkin saja akan diorbitkan ke tim utama musim depan. Ricci kembali diturunkan bersama tim utama Parma Calcio setelah tampil baik dalam laga melawan Trabzonspor yang berkesudahan 2-2.
Liga Italia Serie-A musim kompetisi 2019/2020 sudah di depan mata. Liga kasta tertinggi di negeri spaghetti itu akan memulai debutnya pada hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2019 dan akan ditutup pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020. Tiga laga tengah pekan akan berlangsung pada hari Rabu tanggal 25 Desember 2019, Rabu 30 Oktober 2019, dan Rabu 22 April 2020.
Serie-A akan diliburkan pada tanggal 8 September 2019, 13 Oktober 2019, 17 November
2019, dan 29 Maret 2020 untuk memberikan kesempatan para pemain
membela tim nasional negaranya masing-masing, sedangkan libur musim dingin djadwalkan pada tanggal 23 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.
Presentasi jadwal lengkap Serie-A telah disiarkan pada hari Senin, tanggal 29 Juli 2019, pukul 19.00 waktu Italia. Hasilnya? Parma Calcio akan menghadapi pemegang mahkota scudetto Serie-A musim lalu sekaligus rival abadi sejak tahun 1994: Juventus FC.
skysports.it
Terpilihnya Juventus FC menjadi lawan pertama yang akan dihadapi Parma Calcio menjadi blessing in disguise bagi tim besutan Roberto D’Aversa. Pasalnya, pertandingan itu akan menjadi laga kunci bagi kontinuitas penampilan skuad gialloblu di kompetisi musim ini. Ketika Parma Calcio berhasil mengalahkan bianconerri atau setidaknya sanggup menahan imbang klub asal Turin itu, maka moral tim otomatis akan meningkat dan dapat menjadi bekal dalam menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pada pekan kedua dan pekan ketiga, Parma Calcio akan berhadapan dengan Udinese Calcio (tandang) dan Cagliari Calcio (kandang).
Pada pekan ke empat, klub ducali akan bertandang ke Olympico Roma untuk bersua SS Lazio, selanjutnya menjalani dua laga kandang masing-masing melawan US Sassuolo dan Torino FC. Selain Juventus FC, lawan berat berikutnya yang telah menanti di depan adalah Intermilan FC. Parma Calcio akan menjamu nerazurri di pekan ke sembilan di Ennio Tardini. Kemudian, dua pertandingan menarik akan tersaji secara berurutan di pekan ke 11 dan 12, yaitu melawan ACF Fiorentina (kandang) dan AS Roma (tandang).
Duel seru juga akan tersaji di pekan ke-14, ketika Parma Calcio akan menjamu AC Milan, dua pekan selanjutnya klub kuning-biru akan bertandang ke San Paolo untuk menantang SSC Napoli. Akhirnya putaran pertama kompetisi akan ditutup dengan pertandingan melawan klub promosi US Lecce.
Berikut jadwal yang akan
dimainkan Parma dalam kompetisi Liga Italia Serie-A musim 2019/2020:
Pekan 1: Parma Calcio vs
Juventus FC
Pekan 2: Udinese Calcio vs
Parma Calcio
Pekan 3: Parma Calcio vs
Cagliari Calcio
Pekan 4: SS Lazio vs Parma
Calcio
Pekan 5: Parma Calcio vs
US Sassuolo
Pekan 6: Parma Calcio vs
Torino FC
Pekan 7: SPAL vs Parma Calcio
Pekan 8: Parma Calcio vs
Genoa CFC
Pekan 9: Intermilan FC vs Parma
Calcio
Pekan 10: Parma Calcio vs
Hellas Verona FC
Pekan 11: ACF Fiorentina
vs Parma Calcio
Pekan 12: Parma Calcio vs
AS Roma
Pekan 13: Bologna FC vs Parma
Calcio
Pekan 14: Parma Calcio vs
AC Milan
Pekan 15: UC Sampdoria vs Parma
Calcio
Pekan 16: SSC Napoli vs Parma
Calcio
Pekan 17: Parma Calcio vs
Brescia Calcio
Pekan 18: Atalanta BSC vs Parma
Calcio
Pekan 19: Parma Calcio vs
US Lecce
Pekan 20: Juventus FC vs Parma
Calcio
Pekan 21: Parma Calcio vs
Udinese Calcio
Pekan 22: Cagliari Calcio
vs Parma Calcio
Pekan 23: Parma Calcio vs
SS Lazio
Pekan 24: US Sassuolo vs Parma
Calcio
Pekan 25: Torino FC vs Parma
Calcio
Pekan 26: Parma Calcio vs
SPAL
Pekan 27: Genoa CFC vs Parma
Calcio
Pekan 28: Parma Calcio vs
Intermilan FC
Pekan 29: Hellas Verona FC
vs Parma Calcio
Pekan 30: Parma Calcio vs
ACF Fiorentina
Pekan 31: AS Roma vs Parma
Calcio
Pekan 32: Parma Calcio vs
Bologna FC
Pekan 33: AC Milan vs Parma
Calcio
Pekan 34: Parma Calcio vs
UC Sampdoria
Pekan 35: Parma Calcio vs
SSC Napoli
Pekan 36: Brescia vs Parma
Calcio
Pekan 37: Parma Calcio vs
Atalanta BSC
Pekan 38: US Lecce vs Parma Calcio
Berkenaan dengan jadwal yang telah terbit, Pizzarotti (presiden klub) mengomentari bahwa pekan perdana akan menjadi pertandingan paling sulit di Eropa. Di sisi lain, D’Aversa berpendapat bahwa pertandingan melawan “si nyonya tua” akan menjadi pertandingan yang spesial. Mengintip satu dekade ke belakang, Juventus FC unggul atas Parma Calcio di hari pertama kompetisi. La Vecchia Signora selalu berhasil mengalahkan gialloblu di pekan pertama di Serie-A (yaitu tahun 1990, 2011, dan 2012) sedangkan kemenangan terakhir klub Emilia di laga perdana diraih atas Brescia Calcio, yaitu pada tahun 2010 kala gol-gol Bojinov dan Morrone menumbangkan perlawanan rondinelle.
skysports.it
Terlepas dari semua fakta di atas, satu yang menjadi kepastian bahwa pekan pertama 2019/2020 akan menjadi pekan spesial baik bagi gialloblu maupun bianconerri. Bagi Parma Calcio, kesempatan untuk membalaskan kekalahan di Tardini terbuka lebar, mengingat musim lalu full house terjadi stadion Tardini. Selain daya tarik tiket masuk, pertandingan pekan pertama juga akan menjadi ukuran sebenarnya tentang kapabilitas skuad Parma Calcio di Serie-A musim 2019/2020.
Parmigiani di
Perantauan dan Kabar dari Bad Hall
Parmigiani, demikian mereka disebut, yang kita maksudkan adalah skuad Parma Calcio yang saat ini berada dalam perantauan mereka di Bad Hall Austria. Anak-anak asuh D’Aversa menjalani dua sesi pelatihan kemarin (29 Juli 2019), sesi latihan pagi dan sesi latihan sore secara terbuka sebelum menghadapi perwakilan lokal: Grun Weiss Micheldorf.
Pelatihan secara khusus diberikan kepada Alberto Grassi dan Luca Rigoni dikarenakan kondisi fisik yang mereka alami. Di lokasi yang sama, Luca Siligardi dan Riccardo Gagliolo yang masih cidera tengah menjalani latihan yang dibedakan dengan rekan-rekannya. Sementara Juraj Kuka menerima terapi pemulihan.
parmacalcio.com
Beralih pada kabar transfer keluar, ada empat
pemain Parma Calcio yang mendapatkan kepastian resmi terkait klub mereka musim
depan. Dini, Golfo, Scognamilo, dan Cauz sudah dipastikan akan memperkuat Trapani
pada musim depan. Pemain lainnya yang akan pergi adalah Da Cruz, sang pemain
kini dekat dengan Ascoli dan terus ditekan kepindahannya oleh Ado Den Haag (klub
Eredivisie)
Mengenai transfer masuk, nama Kevin Bonifazi dan
Gaston Brugman terus menggema. Saat ini, Bonifazi dilelang dengan bukaan harga
15 juta euro. SPAL mencoba menawarkan sejumlah uang plus Mohammed Fares, namun
proposal itu ditolak mentah-mentah oleh Torino FC kemarin.
Cidera yang dialami Grassi dan Kucka serta
hengkangnya Stulac dan Dezi, membuat manajemen memikirkan penguatan tambahan di
lini tengah. Selain Bonifazi yang sepertinya mustahil direkrut, nama Gaston Brugman
merupakan kandidat kuat penghuni lini centrocampo klub ducali. Brugman
akan dibeli secara cash seharga 2 juta euro ditambah dengan Brunori sebagai
mitra teknis kesepakatan. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada kepastian
kepindahan sang gelandang kendati pakar transfer –Alfredo Pedulla– mengabarkan
bahwa kepindahannya hanya soal waktu.
Tarik-ulur transfer Pezzella menimbulkan ketidakpastian pada komposisi skuad Parma Calcio musim depan, tandantangan Pezzella yang tak kunjung tiba membuat D’Aversa galau, pasalnya sang pelatih belum mendapatkan pemain yang mampu mengisi sisi kiri pertahanannya selain Gagliolo yang kini tengah cidera. Mmeski kedua klub sudah sepakat dengan klausul pinjaman dengan penebusan di akhir musim, agaknya Igor Tudor masih berat melepas pemain U-21 timnas Italia tersebut. Pezzella masih diturunkan Tudor di babak kedua saat Udinese Calcio dicukur Borussia Dortmund 1-4. Parma Calcio telah memulai kontak lanjutan yang baru dengan manajemen klub zebra kemarin siang.