LAGA KEEMPAT PRAMUSIM 2019/2020: PARMA CALCIO 1913 2-2 TRABZONSPOR

Tampil Positif, Meski Gagal Menang

Sebagaimana yang diprediksi, laga seru akhirnya benar-benar tersaji di Ottensheim Stadion, Bad Hall Austria malam tadi. Pertandingan yang dimulai pada pukul 18.00 WI itu menyuguhkan empat gol yang dibagi rata untuk kedua tim, Parma Calcio 1913 (Italia) 2-2 Trabzonspor Kulubu (Turki).

Bermain tanpa Yusuf Yazici yang absen karena kendala fisik, Trabzonspor tetap tampil taktis dan cukup mampu meladeni perlawanan Parma Calcio sejak awal babak pertama. Klub asal Italia memimpin lebih dahulu di menit ke 16’, sepak pojok Karamoh berhasil diteruskan dengan sundulan oleh Dermaku yang akhirnya mampu dikonversi menjadi gol oleh Gervais Lombe Yao Kouassi (Gervinho). Eksotisnya, gol yang menggetarkan jala Kardesler itu dibuat melalui tendangan memutar tanpa melihat arah gawang. Skor 1-0 untuk Parma Calcio.

parmacalcio1913.com

Ketinggalan satu gol, klub karadeniz firtinasi berusaha mencari jalan keluar dari kebuntuan. Rapatnya pertahanan yang digalang oleh duet center-back Alves-Dermaku memang menyulitkan klub jawara enam kali Liga Super Turki itu. Unal Karaman menginstruksikan anak asuhnya untuk membangun serangan dengan memanfaatkan kecepatan dua wing-back mereka, Pereira di kanan dan Korekci di kiri. Tidak sampai di situ saja, pelatih klub berjuluk “badai laut hitam” itu meminta agar para pemainnya meningkatkan intensitas serangan melalui tembakan-tembakan langsung jarak jauh. Hasilnya, pada menit ke 22’, wingback Trabzonspor, Joao Pereira, mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak jauhnya setelah terlebih dahulu melakukan operlapping ke daerah pertahanan klub Ducali. Bola parabola yang dilepaskan pemain Portugal berusia 35 tahun tersebut mampu membuat Luigi Sepe terperangah melihat bola yang meluncur mulus menusuk sisi kanan jala gawangnya. Skor 1-1 untuk kedua tim.

parmacalcio1913.com

Merasa di atas angin, klub berjuluk bordo-mavilier kemudian semakin gencar menyerang. Umpan-umpan silang lebih banyak dilepaskan dari luar kotak penalti klub Ducali. Klimaks terjadi pada menit 27’, ketika wasit menunjuk titik putih setelah Antonino Barilla dianggap melakukan dorongan kepada Abdulkadir Parmak. Untungnya, Sepe kali ini mampu menepis sempurna eksekusi yang dilakukan pemain veteran Argentina, Jose Sosa. Keteledoran terbayarkan, skor masih 1-1.

parmacalcio1913.com

Terlalu asyik menyerang, klub claret-blues akhirnya kebobolan gol kedua. Bermula dari kegagalan Huseyin Turkmen mengantisipasi umpan daerah yang dilepaskan oleh Mattia Sprocati ke mulut gawang Trabzonspor. Bola yang coba dihalau Turkmen malah menghampiri Gervinho yang dengan sigap menceploskan bola ke jala Erce Kardesler di menit ke 38’.

parmacalcio.com

Sprocati yang bermain di posisi aslinya tampil cukup memukau dengan beberapa peluang yang didapatkannya. Pada menit ke 40’, ia nyaris memperlebar keunggulan Parma Calcio, jika saja bola hasil tendangannya ke sudut kiri gawang tidak berhasil ditepis sang kiper. Pun demikian pada babak kedua, tepatnya pada menit ke 69’, bola yang dilepaskan oleh Sprocati hanya berjarak beberapa sentimeter dari gawang Trabzonspor.

Malapetaka muncul setelah Barilla melakukan kecerobohan keduakalinya. Kegagalan intercept yang dilakukannya di penghujung menit 63’ membuat pemain sayap kanan berusia 20 tahun, Yusuf Sari, leluasa mendapatkan bola. Dengan sedikit melakukan dribling, ia berhasil mengecoh Bruno Alves, selanjutnya pesepakbola yang pernah membela Olympique Marseille itu membidik di sisi kiri gawang yang dijaga Colombi. Kali ini, kiper muda yang menggantikan Sepe dibuat tidak berdaya setelah bola yang sempat membentur Scozzarella sedikit berbelok arah dan menghujam gawangnya di menit ke 64’.

Skor 2-2 untuk kedua tim tidak membuat keduanya bermain santai. Jual beli serangan terus terjadi, pressing dan sprint mewarnai 20 menit sisa laga. Gialloblu seharusnya dapat kembali memimpin, jika saja sundulan kepala Cornelius di menit 78’ tidak melebar. Ceravolo juga memiliki peluang emas di sudut sempit pada menit ke 83’, namun sayangnya bola tembakannya masih melebar ke sisi kanan gawang. Apresiasi agaknya pantas diberikan untuk Scozzarella atas dua eksekusi sepak pojok yang sangat bagus di penghujung laga.

parmacalcio.com

Pertandingan ini juga diwarnai dengan peristiwa masuknya seorang pendukung Trabzonspor ke dalam lapangan. Kejadian ini persis terjadi sebelum peluit akhir berbunyi. Mungkin karena ini laga persahabatan, sehingga suporter pun ingin menyalami Karamoh yang tengah membangun serangan balik di detik-detik terakhir pertandingan. ^_^

Berikut ringkasan pertandingan yang disadur dari www.parmacalcio1913.com

Susunan Skuad Parma Calcio 1913:

Sepe (17′ st Colombi), Iacoponi (17′ st Munari), Dermaku, Hernani (17′ st Scozzarella), Laurini (17′ st Gazzola), Barillà (28′ st Ricci), B. Alves (cap.) (32′ st Minelli), Gervinho (17′ st Ceravolo), Kulusevski (17′ st Machin), Inglese (17′ st Cornelius), Sprocati (17′ st Karamoh).
Cadangan: Colombi, Simonetti, Kasa, Saporetti, Scaglia. Pelatih: D’Aversa.

Susunan Skuad Trabzonspor Kulubu AS:

Erce, K. Ahmet (1′ st Dursun), Huseyin (25′ st Baha Bilgin), J. Sosa (25′ st Aydin), Nwakaeme (25′ st Koray), A. Omur (25′ st Donisi) (36′ st Eren), Yusuf (25′ st Baykus), G. Campi (25′ st D. Erdogan), J. Pereira (25′ st Serkan), A. Parmak (25′ st Tosun), Akpinar (25′ st Azat)

Cadangan: Arda, Murat, Canbaz, Andusic. Pelatih: Karaman.

Wasit: Markus Waldl, Asisten Wasit: Marco Wolfesberger & Gunther Nebel

Penonton: Sekitar 2000 orang.

Chanel pertandingan lengkap: https://www.youtube.com/watch?v=FDlMEmWCsCc

Highlights: https://www.youtube.com/watch?v=8OJxVc_9ILo

Opini Singkat Pertandingan

Dari segi penampilan, Luigi Sepe cukup memenuhi ekspektasi. D’Aversa dapat melihat manfaat ditebusnya ia pada awal jendela transfer musim panas. Beberapa penyelelamatan dilakukan oleh kiper berusia 28 tahun itu, utamanya saat ia beraksi mematahkan eksekusi penalti Sosa. Kiper utama klub gialloblu agaknya sudah siap untuk menjadi palang pintu andalan dalam kompetisi Liga Italia Serie-A 2019/2020.

Secara umum, lini pertahanan Parma Calcio telah menunjukkan performa yang cukup bagus dalam menghadapi rival abadi Galatasaray dan Beksitas di Liga Premier Turki. Zona marking yang dipertunjukkan dalam laga melawan Trabzonspor merupakan hasil latihan yang baik dalam sisi kesabaran menahan serangan. Postur tubuh yang besar tidak menyulitkan Kastriot Dermaku dalam melakukan sprint. Terbukti bahwa ia dapat melakukan overlapping dalam membantu serangan. Duet Alves-Dermaku dapat dikatakan tampil maksimal sepanjang babak pertama dengan dibuktikan memenangkan duel-duel udara yang sekaligus mematikan umpan silang dari lawan.

Absennya Grassi dan Kucka, serta hengkangnya Dezi dan Stulac membuat kekuatan lini tengah Parma Calcio mengalami penurunan. Persentase penguasaan bola yang hanya 29% lebih dikarenakan kekalahan dalam “perang” di lini tengah. Terlepas dari formasi D’Aversiano yang dimainkan oleh Roberto D’Aversa, kelemahan lini tengah sangat terlihat terutama di babak kedua. Buktinya, Trabzonspor yang menurunkan sebagian besar pemain lapis kedua sekalipun mampu mengobrak-abrik lini tengah gialloblu dalam tempo 20 menit sebelum babak kedua berakhir.

Kurangnya suplai bola dari lini tengah ke lini depan membuat para penyerang mati angin di babak kedua. Ceravolo, Karamoh, dan Cornelius mengalami kesulitan untuk dapat menerima umpan-umpan matang, terutama saat Cornelius bermain sebagai ujung tombak tim. Praktis peluang yang didapatkannya sangat minimalis. Para juru gedor hanya mendapatkan beberapa peluang yang diciptakan melalui bola-bola mati yang dieksekusi Scozzarella. Walaupun demikian, kabar baiknya adalah kinerja Gervinho mengalami konsistensi. Pemain yang nyaris dilepas Parma Calcio ke Galatasaray Turki pada pertengahan jendela transfer bulan Juli 2019 mampu tampil berkilau dengan dua golnya ke gawang Trabzonspor.

Kesimpulannya, gap antara pemain utama dan pemain lapis kedua klub Ducali sangat jelas terlihat. Roberto D’Aversa harus membenahi komposisi pemainnya sebelum menghadapi klub lokal Grund Weiss Micheldorf jika tidak mau dipermalukan oleh UC Sampdoria di Tardini pada awal bulan Agustus 2019.

JELANG LAGA: PARMA CALCIO VS TRABZONSPOR

Hasil: Trabzonspor 3-3 Hoffenheim

Trabzonspor berhasil menahan imbang Hoffenheim dalam laga ujicoba pramusim yang mempertemukan keduanya di Austria. Trabzonspor yang bermain taktis unggul lebih dahulu melalui dua gol Yusuf Yazici masing-masing di menit 20’ dan 26’. Ketinggalan dua gol dalam tujuh menit, klub yang dilatih oleh Alfred Schreuder terpecut untuk bangkit. Hasilnya klub Jerman itu dapat menyamakan kedudukan melalui Adam Szalai di menit k42’ dan Nadie Amiri di menit ke 45’.

Meskipun bermain tanpa striker andalannya, Ishak Belfodil, Hoffenheim harus berterimakasih kepada Adam Szalai yang lagi-lagi mencetak gol sehingga membuat klub berkostum warna tosca itu mampu membalikkan kedudukan di menit ke 49′ babak kedua. Namun sayangnya, kiper Aleaxander Stolz yang baru masuk pada menit ke 69’ harus kebobolan gol Yusuf Sari di menit ke 85’. Kedua tim menuai hasil seri 3-3.

Mencermati hasil pertandingan Trabzonspor melawan Hoffenheim, terdapat dua hal yang perlu digarisbawahi oleh Roberto D’Aversa. Pertama, klub Turki yang satu ini dapat bermain taktis dan unggul cepat; Kedua, Trabzonspor merupakan klub yang tergolong kuat secara mental. Mereka bermain tanpa kenal menyerah hingga peluit akhir dibunyikan.

Yusuf Yazici jelas menjadi ancaman bagi Luigi Sepe dalam pertandingan malam nanti di Austria. Jika tidak berhati-hati, maka striker bayangan yang bermain di belakang striker utama itu dapat mempermalukan klub Ducali di laga ujicoba keempatnya.  

Kondisi Terakhir Parma Calcio

Roberto D’Aversa harus segera melupakan empat gol di pertandingan terakhir melawan tim amatir FC Obermais/Maia Alta. Trabzonspor jelas tidak dapat disejajarkan dengan ketiga lawan dalam ujicoba putaran pertama di Prato allo Stelvio, sebab lawan gialloblu kali ini adalah kontestan Liga Premier di Turki. Pelatih asal Abruzzo harus benar-benar cermat memperhitungkan dan meracik komposisi pemainnya, mengingat beberapa pemainnya terancam tidak dapat ditampilkan.

Parma Calcio kemungkinan besar tidak akan diperkuat Grassi, Siligardi, Gagliolo, dan Kucka. Keempat pemain yang dimaksud masih berlatih secara terpisah karena kendalanya masing-masing. Itu berarti dua gelandang prioritas dan bek kiri andalan Ducali tidak dapat diturunkan pada pertandingan hari ini (27/7/2019).

parmacalcio1913.com

Iacoponi kemungkinan besar akan diturunkan untuk mengisi pos sebelah kiri yang ditinggalkan Gagliolo. Adapun bek tengah bisa dipercayakan kepada Alves-Dermaku atau Alves-Minelli. Lini pertahanan sebelah kanan seperti biasa akan ditempati Laurini dan Gazolla secara bergantian.

Absennya Grassi di lini tengah membuat D’Aversa dapat memasang Hernani di sentral –meski sesungguhnya ia lebih suka bermain di sisi kiri. Adapun sisi kiri dan kanan diisi oleh Barilla dan Kulusevski atau Barilla-Machin. Opsi memasukkan Rigoni dan pemain-pemain yang baru tiba di Austria –seperti Giacomo Ricci (bek kiri), Lorenzo Saporetti (center-back), Lorenzo Simonetti, dan Luigi Alberto Scaglia, Redi Kasa, (central-midfielder)– mungkin akan dilakukan sang pelatih jika Parma Calcio berada dalam posisi unggul dalam jumlah gol.

parmacalcio1913.com

Untuk mengisi posisi lini serang, tridente Karamoh-Inglese-Gervinho agaknya sudah sangat layak ditampilkan dalam pertandingan ujicoba internasional ini. Alternatif lainnya ialah memainkan Baraye-Cornelius-Sprocati sebagai subtitusinya.

Berikut prakiraan formasi Parma Calcio:

Kiper: Sepe/Colombi;

Bek: Laurini/Gazzola, Minelli/L. Saporetti, Alves/Dermaku, Iacoponi/Ricci;

Gelandang: Kulusevski/Machin, Hernani/Scozzarella, Barilla/Kasa;

Striker: Baraye, Inglese/Cornelius, Gervinho/Sprocati.

Melihat Kubu Sebelah: Trabzonspor

Trabzonspor yang sejak tahun 2018 ditukangi oleh Unai Karaman akan mengusung formasi andalan mereka 4-2-3-1. Empat bek sejajar akan diperkuat oleh dua orang defensive midfielder. Untuk urusan menyerang, empat pemain akan bahu-membahu di lini serang, tiga gelandang serang menyokong satu striker utama (Akpinar). Namun yang paling paling diwaspadai adalah peran Yusuf Yazici sebagai second striker yang berada di belakang ujung tombak utama.

Kita dapat melihat pertahanan Hoffenheim yang solid di babak kedua menjadi rapuh di ujung laga. Peran striker utama yang mengacak-acak pertahanan lawan menjadi aspek penentu berhasilnya Yusuf Sari mencetak gol penyama kedudukan.

Berikut susunan formasi inti yang mungkin dimainkan oleh Trabzonspor:

Kiper: U. Cakir;

Bek: J. Pereira, H. Turkmen, G. Campi, A. Dursun;

Gelandang bertahan: J. Sosa, A. Parmak;

Gelandang serang: A. Nwakaeme, Yusuf Yazici, A. Omur;

Striker: M. Akpinar

Pertandingan ini tidak sekedar laga persahabatan, namun juga memiliki gengsi persaingan di antara keduanya. Baik Parma Calcio maupun Trabzonspor, keduanya sama-sama memiliki materi pemain yang seimbang di setiap lini. Setiap pemain yang tampil tentu ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya guna memikat hati masing-masing pelatih. Kompetisi antarpemain itulah yang akan menjanjikan duel seru akan tersaji.

Selamat menyaksikan “Pertandingan Persahabatan rasa Liga Eropa”: Parma Calcio vs Trabzonspor!

BAD HALL, AUSTRIA.. HALL OF PARMA!

“Bad Hall”

Bad Hall, demikianlah kota tua yang berdiri sejak tahun 777 M itu disebut. Ia adalah sebuah kota yang didiami sekitar lima ribuan orang dan terletak di distrik Steyr-Land, pusat negara bagian Austria, sekitar 30 km selatan Linz Austria. Bad Hall merupakan salah satu kota yang aktif dalam lalu-lintas perdagangan, hal itu dibuktikan dengan berdirinya perusahaan industri seperti AGRU Kunststofftechnik dalam bidang teknik dan perusahaan RAG AG yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak.

Nama Bad Hall dalam bahasa setempat berarti “pemandian garam”, dinamakan demikian karena terdapat beberapa referensi sejarah panjang tempat pemandian dan spa di wilayah ini.

Pada tahun 1287 Hall menerima status sebagai kota perdagangan. Kota tua itu mengalami zaman keemasan pada akhir abad ke-19, ketika orang-orang mulai menggunakan mata air asinnya untuk tujuan komersial. Untuk menghindari kebingungan masyarakat awam, pada tahun 1877, nama kota tersebut diubah menjadi “Bad Hall”

Bad Hall cukup dikenal di Eropa karena mata air asinnya yang mengandung yodium dan bromin. Kendatipun mata airnya telah dikenal sejak abad ke-8, mata air itu baru menjadi milik pemerintah sejak tahun 1855. Ciri khas mata air asinnya menjadikan Bad Hall berkembang dengan baik dalam bidang pariwisata. Gustav Mahler, Adalbert Stifter, Franz Grillparzeratau, dan Franz Joseph I tercatat pernah menjadi pengguna jasa pariwisata di kota tersebut.

Selama Perang Dunia II, Bad Hall dijadikan konsentrasi medis, khususnya sebagai tempat perlindungan bagi korban perang yang berasal dari Wina dan Linz. Bad Hall menerima statusnya sebuah kota modern sejak tahun 2001.

Apa Kabar Skuad Gialloblu?

Tidak ada kejutan dalam beberapa hari ini. Stulac dan Dezi akhirnya harus tetap melepas jersey kuning-biru milik mereka untuk berlabuh di FC Empoli. Stulac dijual dan Dezi dipinjamkan dengan opsi penebusan. Itulah berita terakhir yang diorbitkan di beberapa media lokal, sesaat sebelum keberangkatan rombongan tim Parma Calcio ke Bad Hall.

Dalam perspektif komposisi tim, Parma Calcio telah kehilangan dua pemain tengahnya. Artinya, ia harus ditambal dengan segera. Pemain yang sebelumnya diparkir, Luca Rigoni, akhirnya dikembalikan ke dalam tim yang diberangkatkan ke Bad Hall Austria. Berikut susunan pemain yang dibawa serta ke dalam pelatihan di Bad Hall, Austria:

Kiper: Sepe, Colombi, Corvi;

Bek: Alves, Dermaku, Gagliolo, Gazzola, Iacoponi, Laurini, dan Minelli;

Gelandang: Barilla, Grassi, Hernani, Kucka, Kulusevski, Machin, Munari, Rigoni, dan Scozzarella;

Striker: Baraye, Ceravolo, Cornelius, Gervinho, Karamoh, Inglese, Siligardi, dan Sprocati.

Skuad Parma Calcio telah melakukan latihan perdana pada hari Kamis, tanggal 25 Juli 2019. Semua pemain mendapatkan porsi latihan yang seimbang, kecuali Kucka dan Gagliolo. Juraj Kucka memiliki masalah pada pergelangan kakinya (terkilir), sedangkan Ricardo Gagliolo harus menjalani terapi pascacidera dalam pertandingan melawan FC Obermais di Prato allo Stelvio. Keduanya harus menepi dari lapangan untuk mendapatkan terapi dan latihan spesifik.

Menyikapi problematika kurangnya pemain, maka pada keesokan harinya -26 Juli 2019, Parma Calcio mendatangkan lima pemain mudanya ke Bad Hall, mereka adalah Redi Kasa, Giacomo Ricci, Lorenzo Saporetti, Lorenzo Simonetti, dan Luigi Alberto Scaglia. Kelima pemain tersbeut didatangkan guna memberikan menit bermain yang tepat kepada para pemain yang telah lebih dahulu tiba di lokasi pelatihan, kelihatannya tim kepelatihan tidak ingin terlalu membebani pemain inti selama persiapan di musim panas.

Kendati dua pemain intinya mengalami cidera, Roberto D’Aversa tetap optimis bahwa pelatihan akan berjalan sesuai dengan harapan. Bahkan ia menyatakan bahwa saat ini terjadi peningkatan kualitas dan kemampuan fleksibilitas dalam skuad. Ia juga menyoroti pemain-pemain yang dapat mengisi peran berbeda di dalam tim, misalnya: Gagliolo dan Hernani. Selain berposisi sebagai center-back, ia juga dapat diturunkan sebagai bek kiri. Adapun Hernani yang sejatinya berposisi di gelandang kiri, kini dapat pula difungsikan sebagai central-midfielder. Atas fakta tersebut Manajer Parma Calcio, Alessandro Lucarelli, juga menyatakan bahwa dengan komposisi pemain yang ada saat ini, Parma Calcio diharapkan dapat mengakhiri musim 2019/2020 dengan pencapaian yang lebih baik ketimbang setahun yang lalu.

aSpor: Hoffenheim 3-3 Trabzonspor

Di tempat lain, Trabzonspor yang akan menjadi lawan tanding Parma Calcio di hari Sabtu, 27 Juli 2019 telah bertanding melawan Hoffenheim (klub Bundesliga Jerman), hasilnya? Masing-masing klub berbagi angka 3-3. Mencermati produktifitas wakil Turki tersebut, agaknya pemain-pemain belakang Parma Calcio harus mulai mengencangkan ikat pinggang mereka.

Kabar Transfer

Stulac dan Dezi Akhirnya merapat ke FC Empoli. Seiring dengan kabar tersebut, rumor kedatangan Gaston Brugman kembali muncul. Namun demikian, Pescara Calcio –klub pemilik Gaston– akan melepas gelandangnya hanya jika Kastriot Dermaku dimasukkan sebagai mitra teknis dalam negosiasi (dibarter). Untuk sementara, kita dapat berharap bahwa Parma Calcio menambah bek, bukan pemain tengah, mengingat lini tengah Gialloblu sudah cukup dipadati beberapa pemain yang baru didatangkan seperti Grassi, Hernani, dan Kulusevski.

corrieredellosport.it

Kita mundur ke lini belakang. Klausul transfer Giuseppe Pezzella telah disepakati oleh Parma Calcio dan Udinese Calcio, namum sang pemain tampaknya belum juga tiba di markas klub Ducali. Bek kiri tersebut terlihat berada di tribun penonton dalam laga ujicoba Udinese Calcio menjamu al-Hilal beberapa hari yang lalu. Sebelumnya, Direktur Olahraga, Daniele Faggiano, mengakui bahwa prioritas pembelian bek kiri yang menjadi kebutuhan klub. Saat ini, ia terus mengevaluasi dengan tenang dan mencoba memanfaatkan peluang yang akan muncul.

Selain mengupayakan seorang bek kiri, Parma Calcio diisukan tengah mengupayakan satu bek tengah. Rumor tersebut mau tidak mau memunculkan kembali nama Skrtel di pusaran bursa transfer. Akan tetapi, dalam waktu singkat nama lain juga muncul sebagai spekulasi. Ia adalah Bastoni, yang perannya tergusur di Intermilan FC semenjak kedatangan Godin.

gazzettadiparma.it

Pada sektor penjualan dan peminjaman, kuartet pemain: Dini, Golfo, Cauz, dan Scognamilo tengah menunggu pengumuman resmi dari Trapani, sedangkan Nardi diminati oleh dua klub Modena dan Rimini. Nama lainnya adalah Marco Frediani yang akan dipinjamkan ke Sambenedettese dan Da Cruz yang tengah sedang diperebutkan Cosenza Calcio dan Ado Den Haag.

Kabar gembira datang dari tim primavera Parma Calcio, dua pemain atas nama Uyi Fabour Ogbeifo Utieyin dan Reinaldo Radu didatangkan. Utieyin merupakan pesepakbola kelahiran tahun 2003 yang sebelumnya bermain untuk klub SanMauro. Adapun Reinaldo Radu adalah fullback kelahiran tahun 2002 yang sebelumnya membela Villareal CF.

Liga Italia Serie-A Akan Dimulai

Liga Italia Serie-A musim kompetisi 2019/2020 akan mulai bergulir. Liga kasta tertinggi itu akan memulai debutnya pada hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2019 dan akan ditutup pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020. Tiga laga tengah pekan akan berlangsung pada hari Rabu tanggal 25 Desember 2019, Rabu 30 Oktober 2019, dan Rabu 22 April 2020).

Serie-A akan diliburkan pada tanggal 8 September 2019, 13 Oktober 2019, 17 November 2019, dan 29 Maret 2020 untuk memberikan kesempatan para pemain membela tim nasional negaranya masing-masing, sedangkan libur musim dingin djadwalkan pada tanggal 23 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Presentasi jadwal lengkap Serie-A akan disiarkan secara langsung oleh Sky pada hari Senin, tanggal 29 Juli 2019, pukul 19.00 waktu Italia.

LAGA KETIGA PRAMUSIM 2019/2020: FC MAIA ALTA/OBERMAIS 0-4 PARMA CALCIO 1913

Poker Parma!

Parma Calcio berhasil melanjutkan trend kemenangan mereka pasca mengalahkan FC Obermais 0-4 dalam lanjutan pertandingan pramusim di Prato allo Stelvio. Turun dengan beberapa pemain unggulannya, Parma Calcio dapat tampil cukup memuaskan 500 pendukungnya di stadion.

Formasi awal dapat dideskripsikan sebagai berikut: Luigi Sepe berada di posisi kiper, kuartet Laurini-Alves-Dermaku-Gagliolo menjadi andalan lini belakang, Kulusevski-Hernani-Machin di posisi centrocampista, dan Karamoh-Inglese-Sprocati memegang peranan di lini serang. Cukup disayangkan, beberapa pemain seperti Gerviho dan Siligardi tidak dapat dimainkan karena masalah fisik.

Pada menit ke 20’ Gagliolo sempat mengalami keluhan pada otot pahanya, selanjutnya perannya diteruskan oleh Barilla. Parmigiani dapat bernafas lega ketika diketahui bahwa keluhan yang dialaminya itu bukanlah sebuah permasalahan yang serius. Pesepakbola blasteran Italia-Swedia tetap diharapkan tampil dalam pertandingan-pertandingan ujicoba selanjutnya.

parmacalcio1913.com

Skuad Gialloblu baru mampu membobol gawang FC Obermais Maia Alta di menit ke 41’ melalui Roberto Inglese, skor 0-1 untuk Parma Calcio bertahan hingga turun minum. Pada babak kedua, terjadi perombakan pemain sebagaimana yang terjadi di dua pertandingan sebelumnya, Ceravolo yang telah pulih dari keluhan fisiknya masuk menggantikan Inglese dan Yves Baraye turun ke lapangan menggantikan pemain yang tampil kece dalam debut sngkatnya, Kulusevski. Pertukaran dua pemain ini kemudian menjadi awal lahirnya tiga gol tambahan bagi Ducali. Belva mencatatkan namanya di papan skor di menit ke 60’, dan Baraye menjaringan sepasang gol di menit ke 62’ dan 70’. Parma Calcio tetap memiliki beberapa peluang, tetapi skor 0-4 bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.

parmacalcio1913.com

Sebagaimana yang dijelaskan dalam artikel terdahulu, bahwa Parma Calcio akan kembali ke Kota Parma untuk melanjutkan persiapan sebelum bertolak ke Austria. Di Austria, klub Ducali akan berhadapan dengan Trabzonspor dan klub lokal sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan.

Berikut hasil lengkap pertandingan berdasarkan situs resmi parmacalcio1913.com:

Pencetak gol: 41′ pt Inglese, 15′ st Ceravolo, 17′ st Baraye, 30′ st Baraye.

Susunan Formasi Parma Calcio 1913:

Sepe (1′ st Colombi), B. Alves (cap.) (1′ st Minelli), Gagliolo (20′ pt Barillà), Machin (1′ st Munari) (25′ st Kasa), Dermaku, Karamoh (1′ st Dezi), Kulusevski (12′ st Baraye), Inglese (1′ st Cornelius), Hernani (1′ st Scozzarella), Sprocati (1′ st Ceravolo), Laurini (1′ st Gazzola). Pemain cadangan: Corvi. Pelatih: D’Aversa.

Susunan Formasi FC Obermais/Maia Alta:

Wieser (1′ st), Holla (cap.), Gamper, Parise (32′ pt Ivaltov), Unterthurner, Er-Naimi, Schwarz (26′ st Capobianco A.), Bachev, Liaghi (36′ st Nazolh), Drescher (32′ pt Lanthaler), Pixner. Pelatih: Lomi.

Wasit: Johannes Tappeiner (Merano)

Asisten wasit: Mattia Ranuio & A. Bamba Cheick (Merano).

Bursa Transfer

Dalam wawancara singkatnya kemarin, Roberto D’Aversa menyatakan bahwa kecil kemungkinan bahwa Parma Calcio akan menambah gelandang lagi sebagaimana yang banyak dibicarakan di media. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan seorang bek bisa mendarat di tim kuning-biru pada akhir jendela transfer. Pernyataan sang pelatih mengindikasikan bahwa manajemen kini tengah berfokus mengurangi kuantitas pemainnya melalui penjualan dan/atau peminjaman ke klub lain. Berdasarkan wawancara itu pula, maka rumor kedatangan Kevin Bonifazi, Fredy Guarin, bahkan Martin Skrtel bisa menjadi isapan jempol belaka. Poinnya adalah, Parma Calcio saat ini berfokus pada penjualan pemain, titik.

Parma Calcio dan FC Empoli telah menyepakati paket transfer Dezi-Stulac yang akan diresmikan pada hari Senin ini (22/7). Namun demikian, ada keraguan terkait rencana kepindahan Jacopo Dezi, mengingat sang pemain tengah berada dalam penampilan terbaiknya. Empat gol yang ia lesakkan ke gawang ASV Prad pada pertandingan ujicoba pertama membuktikan bahwa ia adalah pesepakbola yang tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Dezi adalah salah satu pemain Parma Calcio yang berpotensi terpinggirkan dari tim inti disamping nama-nama lain seperti: Stulac, Minelli, Munari, Baraye, dan Ceravolo.

parmacalcio1913.com

Di Serie-B, Scognamilo dan Golfo akan menyusul Dini di Trappani dengan status permanen. Selain itu, perwakilan Parma Calcio juga telah berjumpa dengan perwakilan AS Livorno untuk membahas transfer Da Cruz. Di tempat lain, hengkangnya Abdou Diakhate ke Lokeren juga gencar diberitakaan. Klub Divisi II Belgia tersebut mendapatkan durian runtuh karena berhasil merekrut pemain muda berbakat berusia 20 tahun, eks kapten tim Primavera ACF Fiorentina yang sudah pasti memiliki jam terbang dan jiwa kepemimpinan yang mumpuni.

JELANG LAGA: FC MAIA ALTA/OBERMAIS VS PARMA CALCIO 1913

Perpisahan Telah Tiba

Sabtu, tanggal 21 Juli 2019 adalah hari terakhir retret di Prato allo Stelvio. Semua pemain dan staff telah berkumpul di auditorium untuk mendengarkan beberapa sambutan perpisahan. Beberapa patah kata yang secara resmi akan menutup kerjasama pelatihan pramusim Parma Calcio dan Prato allo Stelvio. Dari antara peserta yang hadir muncul seorang pria yang menyandang titel legenda, Alessandro Lucarelli. Secara formal ia menyatakan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya program pelatihan pramusim di kota yang indah tersebut. “Terimakasih kepada para tifosi dan pemerintah kota ini, atas keramahan mereka yang luar biasa.” ucapnya.

Tidak mau ketinggalan Karl Bernhart, Walikota Prato allo Stelvio menyatakan rasa salutnya terhadap seluruh peserta, terutama kepada pelatih yang telah sukses menyelesaikan rangkaian agenda pramusim di kotanya. Bahkan Wakil Walikota berjanji akan hadir di Tardini bersama Walikota sebagai bentuk dukungan penuh kepada skuad gialloblu dalam mengarungi kompetisi di Serie-A musim 2019/2020. Wakil Walikota berkata: “Tahun ini, walikota dan saya akan menonton pertandingan di Tardini. Kami mengikuti perkembangan bursa transfer dan kami yakin bahwa tim yang disiapkan oleh Parma adalah skuad yang terbaik”.

parmacalcio1913.com

Para pemain pasti akan merindukan kembali ke Prato allo Stelvio, tempat yang menyenangkan dan nyaman untuk didiami. Tempat di mana berendam di sungai lebih disukai ketimbang menghangatkan kaki di bak berisi air hangat. Tempat di mana seorang bomber berharga 22 juta euro berhasil menangkap beberapa ikan bersama teman-temannya.

parmacalcio1913.com

Tim Parma Calcio akan bertolak kembali ke Kota Parma selepas bertanding melawan FC Maia Alta (FC Obermais), sparing partner terakhir yang akan menjadi seteru sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Bursa Transfer

Tidak banyak berita transfer yang diperoleh dari markas Parma Calcio dalam beberapa hari terakhir. Menurunnya kepadatan lalu-lintas bursa mungkin dikarenakan gambaran tim inti klub Ducali itu sudah mulai terlihat jelas. Beberapa media mengabarkan bahwa Parma Calcio kini tengah sibuk menangani penjualan dan peminjaman pemain keluar. namun ada juga rumor yang diberitakan media-media lain terkait gebrakan lanjutan klub gialloblu di bursa transfer.

foxsport.com

Martin Skrtel masih jadi pembicaraan beberapa fans Parma Calcio yang merindukan gelar di musim depan, kendatipun beberapa kalangan lainnya berpendapat bahwa klub Ducali sudah tidak memerlukan tambahan bek tengah lagi. Kevin Bonifazi, Jacopo Sala, dan Radoslaw Murawski merupakan beberapa nama yang dibahas di akhir pekan, termasuk juga dua pemain free transfer: Simone Padoin dan Fredy Guarin yang telah memutuskan kontraknya, masing-masing dengan Cagliari Calcio dan Shanghai Shenhua (Tiongkok).

repro-parmacalcio1913.com

Untuk bursa transfer keluar, Leo Stulac dan Jacopo Dezi sudah dipastikan akan turun kasta ke Serie-B, keduanya akan merumput di FC Empoli musim depan. Leo Stulac dijual ke klub Toscani dengan banderol 3,5 juta euro, sedangkan sohibnya, Jacopo Dezi hanya dipinjamkan dengan hak penebusan. Peresmian kedua pemain akan dilaksanakan pada hari Senin besok (22 Juli 2019).

Pemain lain yang berpotensi untuk keluar dari tim utama adalah Fabio Ceravolo dan Siligardi. Keduanya diminati oleh AS Livorno yang memang tengah memburu pemain depan, bahkan Siligardi digadang-gadang dapat kembali merajut kisahnya dengan AC Perugia, tim besutan Breda yang memiliki kedekatan dengan sang pemain. Khusus untuk Belfa, ia diminati oleh hampir sebagian klub dari Serie-B.

Jadwal Ujicoba Lanjutan

Selain menjalani serangkaian ujicoba dengan klub-klub lokal, Parma Calcio telah mendapatkan kesepakatan untuk melangsungkan laga ujicoba tambahan di Austria. Selain melawan wakil Turki, Trabszonspor, ada juga tim lokal Austria yang menyatakan kesiapannya untuk menguji persiapan gialloblu. Grun Weiss Micheldorf resmi akan menjadi lawan tanding klub Ducali pada tanggal 30 Juli nanti. Artinya, setelah melakukan persiapan tanggal 24 Juli 2019, anak-anak asuh Roberto D’Aversa akan menghadapi dua klub lagi, wakil Turki pada tanggal 27 Juli dan Micheldorf pada tanggal 30 Juli.

parmacalcio1913.com

Pada tanggal 3 Agustus 2019, Parma Calcio akan bertanding melawan perwakilan Liga Premier Inggris, Burnley FC. Selanjutnya, klub Ducali sudah ditunggu oleh “sepupu dekatnya” UC Sampdoria pada tanggal 10 Agustus 2019. Dua tim terakhir ini akan menjadi ujian sesungguhnya sebelum memulai kompetisi musim 2019/2020.

Formasi Melawan FC Obermais/Maia Alta: Kesempatan bagi Tridente Eksplosif?

Sebagaimana yang telah diprediksi pada tulisan sebelumnya bahwa beberapa pemain yang belum sempat tampil melawan ASD Prad akhirnya diturunkan dalam laga persahabatan kedua melawan perwakilan Val Venosta. Hari ini (21 Juli 2019) tepat pukul 16.00 WIB nanti, Parma Calcio akan melakoni laga ujicoba ketiga, yakni melawan Maia Alta Obermais.

FC Obermais atau Maia Alta FC adalah klub sepakbola kebanggaan Kota Merano, Sudtirol, kota berpenduduk hampir 4000 jiwa. Klub yang didirikan tahun 1972 tersebut bermarkas di Lahn (Via San Valentino, Merano) dan mengikuti kompetisi Eccellenza, liga amatir regional tertinggi. Meski kecil, klub ini telah memiliki fans fanatik (curva sud) sejak tahun 2005. Di atas kertas, Parma Calcio dipastikan akan dapat mengalahkan klub asal Alto Adige itu, apalagi jika Roberto D’Aversa akhirnya menurunkan tridente eksplosif yang telah dimiliki.

Banyak parmigiani yang berharap bahwa trisula: Gervinho-Inglese-Karamoh dapat ditampilkan. Cornelius yang sudah bergabung di dalam retret empat hari silam juga bisa menjadi opsi lain di lini serang. Jika tiga penyerang dalam formasi 4-3-3 yang dimaksud dapat dimainkan, maka kita dapat berharap lebih banyak gol akan tercipta ke gawang tim sepakbola asal Bolzano. Di lini tengah, Kulusevski layak untuk dicoba. Kesempatan kedua juga layak diberikan untuk Hernani, spesialis eksekutor freekick musim depan.

Absennya Iacoponi di sektor belakang, maka duet Dermaku-Alves diharapkan dapat diwujudkan. Jika sang pelatih lebih suka memainkan Alves-Dermaku secara bergantian, maka opsi bek tengah akan diberikan kepada pemain muda Minetti Kita tidak akan menemukan Pezzella di dalam skuad yang tersedia di retret, sebab ia tidak mungkin dihadirkan di hari-hari terakhir. Kemungkinan bek kiri yang didatangkan dari Udinese Calcio itu baru dapat dimainkan pada awal Agustus. Untuk mengisi kekosongan bek kiri, Gagliolo dapat menjadi opsi yang layak. Adapun sektor sebelah kanan lini pertahanan akan ditempati Gazzola yang dapat berganti peran dengan Laurini. Posisi kiper? Selain Sepe dan Colombi yang telah dimainkan di dua laga sebelumnya, mungkin inilah kesempatan untuk menyeleksi siapa calon kiper ketiga Parma Calcio musim depan.

FORMASI PARMA CALCIO (HINGGA 19/7/2019)

Berbicara mengenai komposisi pemain di klub gialloblu tentu tidak akan ada habisnya. Berikut ini kami mencoba untuk menyusun formasi Parma Calcio berdasarkan sejumlah kesuksesan transfer masuk hingga tanggal 19 Juli 2019.

Posisi Kiper

Tidak dapat dipungkiri bahwa LUIGI SEPE akan bercokol di bawah mistar gawang klub Emilia Romagna. Agaknya Parma Calcio merasa puas terhadap performa kiper SSC Napoli itu, sehingga klub Ducali bersedia menggelontorkan uang cash 4 juta euro untuk memboyongnya dari klub partenopei. Sebagai pelapisnya disiapkan seorang penjaga gawang muda SIMONE COLOMBI, palang pintu yang musim lalu berseragam klub Carpi telah dinilai layak untuk bermain di Liga Italia Serie-A.

Posisi Bek

BRUNO ALVES adalah salah satu nama hebat dalam lini pertahanan, center-back berpengalaman asal Portugal kini telah berumur 37 tahun. Namun, Parma Calcio masih berharap ia dapat memberikan penampilan terbaik di penghujung karir sepakbola profesionalnya sekaligus menjadi teladan bagi pemain belakang lainnya. Alves akan diback-up oleh pesepakbola Tim Nasional Albania, KASTRIOT DERMAKU. Pemain yang perawakannya mirip Materazzi di Intermilan FC tersebut diimpikan menjadi suksesi bagi sang kapten.

SIMONE IACOPONI, pesepakbola asli Italia yang satu ini juga tidak muda lagi, ia telah menginjak usia 32 tahun. Meskipun demikian, bek kanan yang meraih promosi bersama Parma Calcio tersebut menikmati peran barunya sebagai seorang center-back. Posisi bek sentral ini akan dilapis oleh ALESSANDRO MINELLI, seorang center-back yang masih berusia 19 tahun yang dibeli Parma Calcio dari klub Rende.

Beralih ke sisi kanan, tampaknya VINCENT LAURINI akan menjadi pilihan utama disamping MARCO GAZZOLA. Keduanya merupakan pemain yang matang dalam pengalaman di klubnya terdahulu, Laurini di ACF Fiorentina dan Gazzola di klub US Sassuolo. Martin Skrtel di posisi center-back? Hingga tanggal diterbitkannya tulisan ini (19/7/2019, pukul 15/40 WIB), belum ada kepastian mengenai kedatangannya. Skrtel-Parmaanya baru sebatas terbangun kontak saja.

Sisi pertahanan sebelah kiri adalah milik pemain pendatang baru, GIUSEPPE PEZELLA, pemain muda berusia 21 tahun yang didatangkan dari Udinese Calcio. Pelapisnya adalah RICARDO GAGLIOLO, pemain yang sering dipasang di sisi kiri pertahanan. Mengapa Pezzella lebih diutamakan ketimbang Gagliolo? Sebab posisi asli Gagliolo adalah center-back, bukan bek kiri. Atas dasar itulah, Pezzella lebih layak diprioritaskan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Parma Calcio mengalami kekosongan posisi bek kiri setelah Dimarco meninggalkan klub Ducali.

Posisi Gelandang

Posisi gelandang adalah lini paling eksotis untuk dikupas. Setelah hengkangnya Jacopo Dezi dan Leo Stulac ke FC Empoli, maka praktis lini ini terlihat agak lengang. Kita mulai dari sebelah kanan, JURAJ KUCKA (right & central midfielder) adalah sosok yang tepat untuk menempati posisi ini, JOSE MACHIN (center-midfield) dapat diplot sebagai wakilnya. Nama lain? Ada DEJAN KULUSEVSKI, sang pemain anyar yang serba bisa, selain dapat bermain di posisi sebelah kiri, ia juga dapat bermain di posisi kiri.

Bergeser ke tengah lapangan dalam formasi 4-3-3, ada nama ALBERTO GRASSI yang kembali dipinjam dari SSC Napoli. Grassi akan diback-up oleh MATTEO SCOZZARELLA yang lebih bertipikal defensive-midfielder. Untuk posisi gelandang kiri, HERNANI adalah nama favorit, namun peran ANTONINO BARILLA di musim lalu tidak dapat diabaikan.

Posisi Penyerang

Parma Calcio telah mencapai klimaks untuk posisi striker. Dengan dikecualikannya Fabio Ceravolo dari daftar, maka praktis lini depan Parma Calcio dihuni oleh tujuh pemain saja. ROBERTO INGLESE akan berposisi sebagai ujung tombak, ia akan bergantian dengan ANDREAS CORNELIUS yang juga bertipikal bomber. Posisi penyerang sayap sebelah kanan mutlak milik KARAMOH. Terdapat dua opsi sebagai nama pemain pelapisnya yaitu LUCA SILIGARDI dan MATTIA SPROCATI, keduanya lebih menyukai sisi kanan dalam bermain sepakbola. Adapun YVES BARAYE dapat difungsikan sebagai pelapis dari GERVINHO di sisi kiri penyerangan.

Itulah konsep susunan formasi yang mungkin akan digunakan oleh Roberto D’Aversa dalam menghadapi pertarungan di Serie-A. Nama-nama KAPITAL di atas agaknya akan bertahan di skuad inti Gialloblu musim depan, atau minimal akan dipertimbangkan secara ketat oleh sang pelatih dan staf kepelatihan klub yang bermarkas di stadion Ennio Tardini itu.

Berikut prediksi susunan formasi final klub Parma Calcio 1913 di musim kompetisi 2019/2020

LAGA KEDUA PRAMUSIM 2019/2020: RAPP. VAL VENOSTA 0-6 PARMA CALCIO

parmacalcio1913.com

Dua Kemenangan di Dua Ajang Ujicoba

Klub besutan Roberto D’Aversa berhasil memetik kemenangan kedua pramusim mereka dalam pertandingan melawan Rappresentativa Val Venosta dengan skor akhir 0-6. Baraye membuka sekaligus menutup keunggulan Parma Calcio di babak pertama melalui sontekannya di menit 6’ dan 43’, dua gol lainnya dicetak oleh pemain debutan pramusim: Scozzarella di menit 9’ dan penalti Kucka pada menit 13’. Pada babak kedua, gialloblu hanya mampu mencetak dua gol melalui Machin 61’ dan  Munari 78’. Hasil ini tentu akan dievaluasi oleh D’Aversa sebelum menghadapi ujicoba ketiga melawan Maia Alta pada hari Minggu nanti.

Pada babak pertama, Parma Calcio turun dengan formasi menyerang 4-3-3. Sepe didaulat menjadi penjaga gawang, sedangkan lini belakang digalang oleh Laurini, Gagliolo, Alves, dan Iacoponi. Posisi centrocampo diisi oleh Stulac, Kucka, dan Hernani. Roberto D’Aversa mencoba bereksperimen dengan menempatkan Baraye sebagai ujung tombak utama yang diapit oleh Sprocati dan Karamoh.

Seperti ujicoba sebelumnya, perombakan formasi secara total terjadi di babak kedua. Colombi menggantikan Sepe di posisi palang pintu, Dermaku menggantikan Alves, Gazzola menjadi subtitusi bagi Laurini dan Minelli mengambil tempat yang ditinggalkan Iacoponi. Uniknya satu bek kiri, Gagliolo, malah digantikan oleh Barilla yang notabene adalah seorang gelandang. Hal ini menandakan bahwa di babak kedua gialloblu memainkan formasi empat gelandang untuk memenangkan positioning di lapangan tengah dalam skema 3-4-3. Selain Barilla, tiga gelandang tengah yang turun ke lapangan adalah Scozzarella, Munari, dan Dezi. Selanjutnya trisula Kasa-Brunori-Machin mengambil jatahnya di lini offensif.

Sepakbola bukanlah matematika yang dapat diprediksi dengan pendekatan eksak secara murni. Kemenangan 13-0 atas perwakilan Val Venosta setahun silam agaknya tidak dapat dijadikan ukuran bagi pelatih. Sebab pertandingan ujicoba hanyalah ajang yang dapat dimanfaatkan untuk menemukan chemistry antar pemain, disamping digunakan untuk mengukur kapasitas tim secara holistik. Kemenangan Parma Calcio melawan perwakilan Val Venosta dengan margin enam gol bukanlah berarti bahwa komposisi pemain kekinian tidak lebih baik. Apalagi jika mencermati level pemain yang dimiliki saat ini jelas-jelas lebih menjanjikan ketimbang tahun lalu.

Parma Calcio kembali akan melakoni ujicoba ketiga melawan Maia Alta pada hari Minggu tanggal 21 Juli 2019. Pertandingan tersebut akan menjadi laga persiapan terakhir sebelum bertolak ke Austria untuk bersua Trabzonspor, perwakilan Turki yang tentunya memiliki tingkat kematangan bermain jauh di atas ketiga perwakilan lokal.

Berikut Rangkuman Hasil Akhir Pertandingan Rapp. Val Venosta melawan Parma Calcio yang disadur dari halaman resmi klub http://www.parmacalcio1913.com

Pencetak Gol:

6′ pt Baraye, 13′ pt Kucka (rig), 43′ pt Baraye, 9′ st Scozzarella, 26′ st Machin, 33′ st Munari.

Wasit: Francesco Savoca (Merano). Asisten wasit: Giuseppe Fantauzzo & Dario Merante (Merano). Penonton: 200 orang.

Susunan Pemain Parma Calcio:

Sepe (1′ st Colombi), B. Alves (cap.)(1′ st Dermaku), Gagliolo (1′ st Barillà), Stulac (1′ st Scozzarella), Iacoponi (1′ st Minelli), Karamoh (1′ st Brunori), Kucka (1′ st Dezi), Baraye )20′ st Kasa), Hernani (1′ st Munari), Sprocati (1′ st Machin), Laurini (1′ st Gazzola). Pemain cadangan: Corvi, Dini. Pelatih: D’Aversa.

Susunan Pemain Rapp. Val Venosta: 

Lechner, Paulmichl A (1′ st Pirhofer A.), Paulmichl M. (1′ st S. Gander), Mair (1’st M. Gander), Kier (1’st Zoschg), Bleon, Pierhofer S. (1′ st Unterwegel), Pirhofer E. (1′ st Diallo), Lechtahler, Lo Presti (1′ st Vidal), Kuen (1′ st Berisha). Pemain cadangan: Bach. Pelatih.: Paulmichl.

parmacalcio1913.com

Kabar Bursa Transfer 17/7/2019

Dua pemain baru mendarat di markas Parma Calcio kemarin, mereka adalah duo Atalanta BSC yang didatangkan demi soliditas pasukan kuning-biru. Andreas Cornelius dan Dejan Kulusevski kemarin telah menghadiri sesi pemeriksaan medis dengan mengenakan kaos putih berlengan pendek, keduanya tampak kompak seolah mengisyaratkan “kami siap untuk diwarnai di sini dengan warna-warna terbaik kota ini”.

parma.repubblica.com

Cornelius didatangkan dengan mahar senilai 7 juta euro yang akan dilunasi selama dua tahun. Klausul khusus yang mengharuskan klub Ducali melakukan pembayaran bertahap atau melakukan pertukaran pemain setara pada musim ketiga setelah kepindahannya. Adapun Kulusevski, ia hanya dipinjamkan tanpa biaya, dengan catatan Parma Calcio harus bersedia melepasnya ketika ia dibutuhkan klub La Dea. Klub yang akan bermain di Liga Champions tersebut ingin membentengi talenta mudanya, sehingga mereka hanya bersedia meminjamkan tanpa harus menjualnya sekalipun dengan nilai 7 juta euro seperti yang diajukan oleh Manchester City FC.

Di tempat lain, negosiasi Giuseppe Pezzella telah mencapai tahap closing. Ia diharapkan segera menandatangani kontrak dan bergabung ke dalam retret sebelum pertandingan ujicoba yang ketiga. Pemain yang beroperasi di sebelah kiri pertahanan itu akhirnya berkostum gialloblu dengan klausul pinjam-tebus. Selain Pezzella, ada dua nama yang terus dibicarakan sebagai kandidat penghuni sektor belakang klub Ducali. Mereka adalah Jacopo Sala dan Martin Skrtel. Skrtel yang menolak Glasgow Rangers FC mengaku tertarik merumput bersama Kucka, kompatriotnya di Tim Nasional Slovenia; sedangkan Sala yang tergusur oleh kehadiran Depaoli di UC Sampdoria tengah mempertimbangkan masa depannya di klub Kota Genoa. Sampai saat ini, Faggiano masih terus menguntit beberapa pemain yang akan menjadi pembelian pamungkasnya, mungkin sampai ruangan Prato allo Stelvio tak cukup lagi untuk menampung para pemain yang berlatih di sana (Saya bercanda).

lapresse.it

Berikut beberapa transfer masuk yang saya susun berdasarkan kabar yang beredar hingga tanggal 17 Juli 2019:

  • Gervinho (pembaruan kontrak – kenaikan gaji 400 ribu euro/musim);
  • Inglese (transfer defenitif – klausul pinjam-tebus);
  • Karamoh (transfer defenitif – klausul pembelian kembali);
  • Barilla (pembaruan);
  • Iacoponi (pembaruan);
  • Alves (pembaruan setahun);
  • Gagliolo (pembaruan);
  • Hernani (transfer defenitif – klausul penebusan di akhir musim jika salvezza);
  • Pezzella (asap putih, menunggu penandatanganan);
  • Cornelius (transfer defenitif dengan klausul tebus akhir masa pinjam);
  • Kulusevski (transfer defenitif dengan klausul pinjam setahun tanpa biaya);
  • Skrtel (ada kontak);
  • Abeid (ada kontak).

Prospek Penjualan dan Peminjaman

Pascapenjualan Pinto dan Vacca, Parma Calcio saat ini memikirkan penjualan berikutnya. Targetnya adalah Ceravolo. La Belfa -si buas- yang sepanjang musim lalu belum dapat menunjukkan taringnya, kemungkinan akan dijual ke klub Serie-B.

Leo Stulac dan Jacopo Dezi juga berpeluang menyusul trio Dini-Scognamilo-Golfo yang sudah dipastikan akan membela tim kasta rendah di musim depan. Sejauh ini, Leo Stulac dan Jacopo Dezi sangat diminati oleh FC Empoli, namun negosiasi peminjaman masih berjalan alot. Faggiano yang sudah banyak menguras kas Parma Calcio berusaha untuk “menambalnya” dengan cara menaikkan nilai sewa kedua pemainnya. Agaknya Stulac maupun Dezi akan menjalani takdir mereka musim depan di klub Toscani.

MENANTI KARYA AGUNG FAGGIANO 2019/2020

(Bursa Transfer 16/7/2019)

Direktur Olahraga yang Akan Melegenda

Parma Calcio meraih hasil yang cukup positif di awal kompetisi 2018/2019 lalu. Sebagai tim yang berstatus promosi, klub ini terbilang layak menuai pujian setelah mampu memandulkan Christiano Ronaldo di Ennio Tardini dan mampu unggul atas beberapa klub langganan Serie-A seperti Torino FC, Genoa CFC, bahkan Intermilan FC. Kala itu klub Ducali sempat menembus papan tengah sebelum musim dingin tiba. Kinerja yang hebat dari duet Daniele Faggiano-Roberto D’Aversa melahirkan hujan pujian dari berbagai kalangan. Betapa tidak, klub yang bangkrut di tahun 2015 tersebut kini telah kembali menjelma menjadi salah satu kontestan yang disegani.

Daniele Faggino, pria yang lahir pada tanggal 10 Januari 1978 itu merupakan sosok vital yang merupakan representasi klub dalam urusan transfer pemain. Pria yang kerap disapa “Danie” atau “Daniele” itu tengah menempuh jalan menjadi salah satu legenda dalam sejarah kebangkitan gialloblu di Serie-A. Hampir tiga tahun Daniele Faggiano menjabat sebagai Direktur Olahraga (Sporting Director) di Parma Calcio. Suka maupun duka telah ia lalui bersama soulmate-nya Roberto D’Aversa, ia terus bekerja maksimal untuk skuad lebah hingga kontraknya usai pada tanggal 30 Juni 2020 nanti.

Parma Calcio telah berada di kasta tertinggi Liga Italia saat ini, sebuah kompetisi bergengsi yang bernama Serie-A. Suatu keadaan yang belum tentu dicapai tanpa andil seorang Faggiano, seseorang yang pada tanggal 6 Desember 2016 dengan berani memutuskan untuk menandatangani beberapa dokumen yang ada di hadapannya. Faggiano yang delapan tahun menempati jabatan yang sama di empat klub profesional (Siena, Trappani, Palermo, dan Parma) tentulah tahu betul bagaimana menangani urusan negosiasi dalam dunia industri olahraga sepakbola. Apalagi sebelum terjun ke dunia pro, pria kelahiran Copertino itu pernah mencicipi pengalaman sebagai direktur olahraga di klub-klub amatir seperti Manduria, Brindisi, Grottaglie, dan Noicattaro. Naluri mata elangnya terasah sejak ia menjadi chief scout di Bari di musim tahun 2007/2008. Singkat kata, pria ini adalah seseorang yang kaya pengalaman di bidangnya, mahir dalam menangani urusan negosiasi, bermain bargaining politik transfer dan juga dalam persoalan closing.

Kabar Transfer: Duo Atalanta BSC menuju Parma Calcio

Atalanta Bergamo SC telah mencapai kesepakatan dengan klub Ducali dalam perundingan yang digelar hari Selasa kemarin. Pertama, berkenaan dengan penjualan Andreas Cornelius; kedua, kepindahan sementara Dejan Kulusevski selama setahun. Cornelius sempat merespon negatif kepindahan ini, utamanya setelah Parma Calcio berhasil mendapatkan oberto Inglese dari SSC Napoli. Agaknya Cornelius mengkhawatirkan menit bermain yang akan disunat lantaran Bobby English (julukan Inglese) adalah pemain yang diasumsikan akan terus dipasang di lini depan.

Tidak jauh berbeda dengan kompatriot Skandinavianya, Kulusevski juga agaknya “terpaksa” memenuhi kesepakatan yang diambil oleh La Dea. Sempat menyatakan minatnya bermain di Cagliari Calcio, pesepakbola muda asal Swedia itu akhirnya harus pindah ke Parma Calcio dengan status pinjaman.

Kedatangan Inglese dengan semangat barunya, kembalinya Gervinho dengan pembaruan kontraknya, jelas menjanjikan lini depan yang tangguh di musim depan. Apalagi ditambah dengan Karamoh dan Cornelius yang berstamina muda, mereka diharapkan mampu memberikan asa bagi klub yang nyaris merana di Serie-A musim 2018/2019. Klub juara UEFA Cup dua kali kini memiliki harapan baru, sebuah harapan kembali tampil mempesona dan berbicara banyak di Benua Biru.

Selesai? Belum! Sebab Parma Calcio masih memburu beberapa pemain yang mungkin saja bisa merapat ke klub gialloblu di penghujung jendela transfer musim panas. Mehdi Abeid, Jacopo Sala, dan Martin Skrtel terus dipantau oleh Faggiano. Kabar terakhir dari media Takvim menyebutkan bahwa Martin Skrtel telah menolak Glasgow Rangers FC, sehingga ada harapan untuk memboyong eks Liverpool FC itu.

Retret Prato Allo Stelvio: Gervinho dan Inglese Merapat

Roberto Inglese telah berada di Kota Parma kemarin, berdekatan waktu dengan tibanya Gervais Lombe dari Pantai Gading. Inglese tengah berbunga-bunga karena dapat kembali reuni dengan tiga teman karibnya (Sepe, Dezi, dan Grassi), sementara Gervinho tiba lebih dulu dengan segenggam semangat untuk menghapus duka di wajahnya (akibat kemalangan yang menimpa keluarganya).

Pemilik nomor punggung 45 itu telah kembali ke Parma Calcio, kali ini dengan status pemain tetap. Dalam akun instagramnya, ia menumpahkan kegembiraannya dengan satu kalimat lugas: “Ada suatu tempat di dunia ini, di mana jantung anda akan berdetak lebih kencang”, dan tempat itu adalah Kota Parma. Sebab ia akan segera menjadi andalan pelatih kesayangan yang terus menghubunginya selama retret di Dimaro. Seorang pelatih yang terus berharap agar seorang Bobby English bisa tampil membela Tim Nasional Italia di ajang kompetisi antar negara.

parmacalcio1913-instagram/inglese

Berbicara tentang Lombe, eks punggawa Tim Nasional Pantai Gading tersebut telah memulai sesi latihannya kemarin (16/7/2019) setelah melalui serangkaian cek medis dan penandatanganan pembaruan kontrak hingga tahun 2021. Kini sang “panah hitam” mengantongi kenaikan gaji, tidak sejumlah yang ia minta tetapi cukuplah untuk membuatnya tersenyum di akhir pekan.

parmacalcio1913.com

Kembali ke Skuad Ujicoba

Jika tak ada aral melintang, maka tridente lini depan: Gervinho-Inglese-Karamoh akan dapat ditampilkan oleh pelatih D’Aversa. Bisa tampil secara bersama-sama, atau dapat juga dimainkan secara bergantian dengan kombinasi pemain lain. Pemain yang belum sempat berkeringat di laga ujicoba pertama kemungkinan besar akan diturunkan, mereka adalah: Sprocati, Barilla, Kucka, Hernani, Stulac, dan beberapa pemain lain yang tercatat dalam peserta retret.

Seperti ulasan terdahulu, D’Aversa kini lebih leluasa melakukan eksperimen terhadap skema bermain klub. Formasi 4-3-3 yang menjadi andalan, saat ini semakin dapat diperkaya dengan distorsi konsep ke 4-4-2. Pelatih kelahiran Stuttgart (Jerman) itu dapat memainkan tridente maut GIK maupun memainkan duet Gervinho-Karamoh (dalam hal Inglese belum dapat ditampilkan). Komposisi skuad akan semakin mantap bilamana Cornelius telah turut serta di dalam retret di Prato allo Stelvio nanti.

Posisi tengah sepertinya akan menjadi milik Kucka-Hernani-Barilla, dengan Dezi-Stulac-Grassi sebagai pelapisnya, atau mungkin juga Kasa-Munari-Machin. Mereka semua bisa diturunkan di dalam laga ujicoba melawan perwakilan Val Venosta sore nanti pukul 17.00 waktu Italia, sekali lagi dikatakan bahwa mereka dapat turun secara bersama-sama ataupun dimainkan secara bergantian. Adapun di sektor belakang, duet Alves-Dermaku sangat dinantikan para fans gialloblu. Sebab baik Bruno Alves maupun Kastriot Dermaku belum pernah dipasang secara bersamaan dalam satu babak. Di sisi kiri dan kanan akan ada Gagliolo dan Laurini, atau dapat juga menurunkan Gazzola yang bermain bagus sepanjang laga ujicoba hari Sabtu.

Pada tanggal 14 Juli 2018, Parma Calcio berhasil meraih hasil maksimal dengan mencukur perwakilan Val Venosta 0-13. Pertandingan ujicoba kedua yang digelar 17 Juli 2019 akan menjadi pembuktian lanjutan, bahwa klub kuning-biru benar-benar telah siap untuk anak tangga yang lebih tinggi lagi.

JELANG LAGA: RAPP. VAL VENOSTA VS PARMA CALCIO 1913

DUET LOMBE-KARAMOH DALAM 4-4-2, MUNGKINKAH TERJADI?

Setahun Telah Berlalu

Rappresentativa Val Venosta dicukur tiga belas gol tanpa balas oleh Parma Calcio 1913, dalam ajang ujicoba pramusim tahun 2018/2019. Pertandingan yang dimainkan pada tanggal 14 Juli 2018 itu berakhir dengan kemenangan besar gialloblu 0-13. Galuppini membuka kran gol Parma Calcio di menit ke 3’, selang semenit kemudian kecerobohan Hofer membuahkan gol bunuh diri yang sekaligus menggandakan keunggulan bagi tim tamu. Selanjutnya di menit ke 19′ giliran Giorno yang membuat gol tambahan. Akhirnya, babak pertama ditutup dengan sepasang gol Matino, masing-masing di menit ke 24’ dan 45’.

Pada babak kedua, Yves Baraye dan Siligardi yang baru diturunkan turut menyumbangkan pundi-pundi gol untuk Ducali di menit 18’ dan 41’. Berikutnya, Scaglia berhasil mengkonversi peluang dari titik putih menjadi sebuah gol pada menit 33’. Terlepas dari seluruh gol yang tercipta, quattrick elegan yang dipertontonkan oleh “sang pemanah” adalah rangkaian gol yang terus dikenang dalam laga ujicoba ini. Calaio, pemain veteran yang kini telah hengkang dari klub Ducali berhasil membukukan empat gol masing-masing pada menit ke 6‘, 10’, 20’, dan 47’.

parmatoday.com

The New Parma Calcio 1913

Klub kebanggaan kota Parma akan kembali bersua Rapp. Val Venosta dalam lanjutan pertandingan pra-musim di kawasan Prato allo Stelvio. Kali ini, gialloblu dipersenjatai beberapa pemain anyar yang didatangkan dari berbagai klub bergengsi di Eropa. Sebut saja KARAMOH pemain muda asal Intermilan FC yang berbanderol belasan juta euro, HERNANI yang dibajak dari Zenit St. Petersburg, dan duet lini belakang VINCENT LAURINI asal ACF Fiorentina dan KASTRIOT DERMAKU bek tim nasional Albania. Disamping nama-nama itu, ada pula nama GERVINHO yang musim lalu belum sempat mencicipi ajang uji coba semacam ini. Menurut informasi yang diperoleh dari beberapa website, saat ini (16/7/2019) Gervais Lombe telah tiba di Parma Calcio dan langsung bergabung bersama rekan-rekannya.

parmacalcio1913.com

Problematika Transfer

Parmalive! mengabarkan bahwa terdapat beberapa problem transfer yang kini tengah menggelayuti klub Ducali. Problem yang pertama adalah proposal kenaikan gaji Gervinho sebanyak dua kali lipat. Sang pemain melalui agennya menyatakan keinginannya untuk mengajukan kenaikan gaji dari 1,3 juta euro menjadi 2,6 juta euro, angka yang tentu saja akan ditolak oleh manajemen gialloblu. Sebaliknya, klub telah menyiapkan penawaran kenaikan yang tidak terlalu signifikan, yaitu terbatas pada angka 1,7 juta permusim atas dasar prestasi yang telah dicapai frecchia nera. Manajemen Parma Calcio telah menyiapkan Plan B apabila pesepakbola Pantai Gading itu menolak usulan yang diajukan.

Problem lainnya adalah memudarnya Kulusevski, sang pemain yang sudah “terlanjur” menyatakan persetujuannya secara lisan kepada Cagliari Calcio, belakangan menegaskan bahwa ia lebih menyukai klub Sardinia. Itu artinya, Parma Calcio harus merelakan satu buruannya lepas dari cengkeraman. Satu nama lagi yang harus direlakan oleh Faggiano adalah Sofian Kiyine, pria Maroko akan menjalani tes medis di markas biancoceleste pada minggu ini. Adapun nama Musa Barrow (Atalanta BSC), Mariusz Stepinski (Chievo Verona FC), dan Kevin Prince Boateng (US Sassuolo) juga ikut memudar seiring persetujuan SSC Napoli untuk menjual ROBERTO INGLESE ke Parma Calcio.

zimbio.com

Rumor lainnya yang beredar adalah menyangkut nama sang mantan pesepakbola Parma FC, ANDREA RISPOLI yang telah memutuskan kontraknya dengan klub USC Palermo. Rispoli pernah merumput bersama Parma FC pada tahun 2015, sebelum klub itu mengalami masa suram yang berakhir dengan kebangkrutan. Jika Rispoli yang berstatus bebas transfer akhirnya merapat ke barisan kuning-biru, maka komposisi bek kanan akan bertambah ramai. Padatnya sektor ini bisa saja berimbas kepada hengkangnya Gazzola dari Centro Sportivo Collecchio.

4-3-3 atau 4-4-2?

Absennya Ceravolo dan Siligardi tentu akan membuat Roberto D’Aversa menggunakan pendekatan lain dalam rotasi. Pemain yang sudah diujicobakan pada pertandingan pertama melawan ASV Prad kuat dugaan akan dirotasi. Sang pelatih pastinya tidak sabar lagi untuk melihat aksi Karamoh-Gervinho, dua anak panah kembar dalam skema 4-4-2 yang mungkin saja dipatenkan di babak pertama atau babak kedua. Jika sang pelatih tetap ingin menerapkan skema 4-3-3 andalannya, maka ujung tombak utama akan ditempati Inglese atau Cornelius, dengan catatan kedua bomber baru itu telah diresmikan dan telah berada di lokasi retret.

Beralih ke lini tengah, menurut saya, Parma Calcio akan mempertahankan komposisi sebagaimana ujicoba pertama. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada klub lokal (amatir), lini tengah klub gialloblu dinilai cukup mampu menunjukkan kolektifitasnya di pertandingan ujicoba pertama.

Leo Stulac yang belum sempat dimainkan pada laga ujicoba pertama bisa menjadi opsi jenderal lapangan tengah bagi Roberto D’Aversa. Tujuannya adalah agar dapat mengukur kapabilitas antara Leo Stulac dan Scozzarella, dua defensive midfielder yang sejauh ini masih berstatus sebagai pemain Parma Calcio.

Jacopo Dezi yang berada dalam kondisi on fire mungkin akan kembali diturunkan di antara kedua babak. Akan tetapi, HERNANI adalah satu nama yang wajib untuk diturunkan pelatih, bahkan mungkin secara fulltime, di samping Kucka dan Barilla yang belum mendapatkan kesempatan berkeringat di lapangan pada hari Sabtu lalu.

Berikut adalah prediksi skema yang mungkin akan dimainkan oleh D’Aversa dalam laga ujicoba kedua melawan perwakilan Val Venosta:

(formasi hanya asumsi/perkiraan)

Salah satu tujuan pertandingan ujicoba adalah untuk mencari pemain mana yang pantas untuk menjadi pemain andalan di dalam tim. Perlu diingat bahwa laga ujicoba kali ini juga mempertaruhkan gengsi gol dalam segi kuantitas, sebab musim lalu Parma Calcio berhasil menunjukkan produktifitasnya ke gawang Val Venosta dengan besaran margin 13 gol. Jika gagal melampaui angka belasan, maka lini serang perlu kembali diotak-atik oleh sang juru racik.

Terakhir, berapa pertanyaan yang menarik untuk didiskusikan adalah “Apakah Leo Stulac yang tengah didekati FC Empoli akan dimainkan dalam pertandingan melawan Val Venosta?”, dan “Apakah duet Gervinho-Karamoh akan terlihat di lapangan?”, serta “Skema manakah yang akan dimainkan oleh D’Aversa: 4-3-3 atau 4-4-2?”

Sahabat parmigiani dapat memberikan pendapat di kolom komentar.. Ciao amici..

MENAKSIR FORMASI MUSIM DEPAN (Siapakah yang Akan Dieleminasi?)

Fakta dan Rumor Transfer

Hari ini tanggal 15 Juli 2019, dua hari jelang pertandingan persahabatan kedua melawan Rapp. Val Venosta. Sore kemarin –pukul 16.31 waktu Italia, satu berita gembira menghampiri Parma Calcio di bursa transfer. ANDREAS CORNELIUS telah menandatangani kontrak dengan klub Ducali hingga empat tahun ke depan dengan nilai 7,5 juta euro. Pesepakbola asal Denmark yang berusia 26 tahun itu telah menjadi target pembelian untuk mengisi lini depan klub gialloblu sejak dua minggu yang lalu.

Dia tidak sendirian, bersamanya ada DEJAN KULUSEVSKI, pesepakbola berdarah Swedia yang juga bermain untuk klub Atalanta BSC. Perbedaannya, Cornelius hanya tinggal menunggu peresmian, sedangkan Kulusevski masih perlu melakukan negosiasi lebih lanjut. Terhambatnya transfer Kulusevski diakibatkan oleh campur tangan klub Cagliari Calcio yang belakangan juga diketahui telah mendapatkan persetujuan lisan dari gelandang tengah berumur 19 tahun itu.

Parma Calcio tidak berhenti sampai di situ, selain berusaha mendatangkan dua pemain asal Skandinavia ke Tanah Emilia, klub Ducali juga berupaya menambah satu amunisi lagi dari klub yang sama: Atalanta Bergamasca SC. Striker yang dimaksud adalah MUSA BARROW. Akan tetapi, peluang untuk mendapatkan talenta muda asal Gambia itu agaknya lebih rumit. Mencermati poros kerjasama yang tengah dibangun antara Parma-Bergamo, kuat dugaan bahwa gialloblu tengah melakukan upaya benchmarking terhadap kesuksesan “Sang Dewi” menembus zona Liga Champions musim lalu.

Nama lain yang tetap menjadi perbincangan dalam bursa transfer adalah MARIUSZ STEPINSKI yang berstatus pemain Chievo Verona FC. Stepinski sudah menjadi buruan Faggiano sejak musim dingin lalu, ketika ROBERTO INGLESE membutuhkan pelapis sementara Fabio Ceravolo tak kunjung sembuh dari kemandulannya.

Lini Belakang: Juraj Kucka vs Steven Gerrard untuk Seorang Skrtel

MARTIN SKRTEL kembali muncul sebagai kandidat penghuni lini belakang Parma Calcio. Gialloblu berupaya menemukan suksesi pemain Portugis yang kontraknya berakhir tahun depan. Pengalaman level Eropa yang dimiliki oleh pria yang akan menginjak usia 35 tahun itu sangat dibutuhkan oleh klub sekelas Parma Calcio. Namun demikian, Ducali bukanlah satu-satnya peminat, dari Skotlandia beredar kabar bahwa Steven Gerrard ingin merekrut Skrtel, mantan kompatriotnya di Liverpool FC. Akan terjadi duel yang menarik dalam perebutan pemain Slovenia ini, mengingat Jurac Kucka –gelandang Parma Calcio– adalah rekan senegara dari Skrtel.

Bergeser ke sebelah kiri, nama GIUSEPPE PEZZELLA terus menjadi favorit. Pensiunnya Massimo Gobbi dan hengkangnya Dimarco menyisakan ruang kosong di sektor kiri pertahanan Parma Calcio. Sektor yang memberikan jaminan kontinuitas bermain bagi Pezzella. Kepindahannya mungkin hanya masalah waktu saja, sebab Udinese Calcio sudah mendapatkan penggantinya untuk memperkuat lini belakang bianconerri.

Lini Tengah: Pemangkasan Pemain

Lini tengah termasuk lini seksi yang juga marak diperbincangkan publik sejak awal pembukaan bursa transfer musim panas. Nama Gaston Brugman, Fredy Guarin, Miha Zajc, Manuel Fernandes, Sofian Kiyine, Sasa Lukic, Mehdi Abeid, Pedro Obiang, dan Godfred Donsah sempat meramaikan bursa transfer di posisi centrocampista ini. Semua nama yang akhirnya menguap seiring kedatangan Hernani dan menguatnya nama Kulusevski.

Mencermati apa yang terjadi di lini tengah, agaknya lini ini akan menguras pemikiran Roberto D’Aversa. Pasalnya penumpukan pemain tengah kini menjadi masalah baru bagi sang pelatih. Langkah menjual Manuele Scavone –bersama Pierluigi Frattali– ke SSC Bari,  dipinjamkannya Abdou Diakhate ke klub Serie-B, dan dikeluarkannya Luca Rigoni dari list pemain belum kunjung menipiskan stok pemain di lini tengah Parma Calcio.

LEO STULAC dan GIANNI MUNARI sepertinya juga harus tersingkir, mengingat pemain seperti JURAC KUCKA, HERNANI, dan ALBERTO GRASSI jelas akan menjadi pilihan utama di lini tengah Gialloblu.

Surplus pemain ini bisa jadi akan berdampak kepada hengkangnya JACOPO DEZI, sang pencetak lima gol dalam ajang ujicoba di Prato Allo Stelvio. Pemain muda ini sepertinya tetap harus dipinjamkan ke FC Empoli musim depan. Parma Calcio lebih memilih mencari pemain baru yang lebih menjanjikan untuk mengisi lini tengah klub agar tampil lebih garang di musim depan.

Lini Depan: Berat bagi Baraye

Yves Baraye, pemain “kesayangan” publik Ducali sepertinya akan kembali mendapatkan kesulitan menembus tim utama. Di sisi kanan dan kiri lini serang Parma Calcio telah bercokol dua pemain tangguh yang sukar untuk dipinggirkan: KARAMOH dan GERVINHO. Peluangnya akan terbuka jika Sprocati jadi pindah ke Hellas Verona FC.

Posisi bomber telah diisi oleh Cornelius, namun sepertinya manjemen belum merasa puas akan pengalamannya bermain di Serie-A. Masuknya Cornelius dan Karamoh seakan menjadi isyarat yang ditujukan kepada Fabio Ceravolo dan Luca Siligardi untuk bersiap-siap mengemas kopernya.

Selain Stepinski, Roberto Inglese tampaknya akan tetap menjadi target perekrutan  Parma. Untuk mendatangkan Inglese, Parma Calcio akan memanfaatkan kedekatan Faggiano dengan petinggi SSC Napoli. Menurut kabar beredar di beberapa website, Faggiano tengah mengupayakan peminjamannya kembali dengan opsi penebusan berkala –mungkin seharga 20 juta euro, dengan kata lain Inglese akan dibayar cicilan secara cash temporal. Atau bisa jadi dibeli langsung dengan harga di atas tawaran US Sassuolo 15 juta euro. Manajemen SSC Napoli kelihatannya tidak akan berkeberatan dengan ide tersebut, sebab lini depan partenopei telah terisi penuh sejak kedatangan James Rodriguez dari Real Madrid FC.

Formasi Parma Calcio Musim Depan

Terlalu dini memastikan tampilan skuad Parma Calcio di musim depan, mengingat saat ini masa bursa transfer baru berjalan separuhnya. Akan tetapi, akan sangat menarik jika membahas bagaimanakah perkiraan formasi yang akan dimainkan di musim depan. Berikut konsep formasi yang mungkin dapat menjadi gambaran formasi tim gialloblu di musim depan:

Hingga pukul 10.25 WI (pukul 15.25 WIB), jendela transfer musim panas terus bergulir. Kejutan-kejutan bisa saja muncul di sore hingga malam nanti. Satu yang pasti, bahwa Daniele Faggiano akan terus bekerja, menganalisis data, menghubungi agen, dan mengamati tiap pergerakan kompetitor, agar dapat mewaspadai setiap tikungan-tikungan yang dilalui dalam sirkuit bursa tahun 2019/2020. Selamat bekerja Daniele!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai