Tampil Positif, Meski Gagal Menang
Sebagaimana yang diprediksi, laga seru akhirnya benar-benar tersaji di Ottensheim Stadion, Bad Hall Austria malam tadi. Pertandingan yang dimulai pada pukul 18.00 WI itu menyuguhkan empat gol yang dibagi rata untuk kedua tim, Parma Calcio 1913 (Italia) 2-2 Trabzonspor Kulubu (Turki).
Bermain tanpa Yusuf Yazici yang absen karena kendala fisik, Trabzonspor tetap tampil taktis dan cukup mampu meladeni perlawanan Parma Calcio sejak awal babak pertama. Klub asal Italia memimpin lebih dahulu di menit ke 16’, sepak pojok Karamoh berhasil diteruskan dengan sundulan oleh Dermaku yang akhirnya mampu dikonversi menjadi gol oleh Gervais Lombe Yao Kouassi (Gervinho). Eksotisnya, gol yang menggetarkan jala Kardesler itu dibuat melalui tendangan memutar tanpa melihat arah gawang. Skor 1-0 untuk Parma Calcio.

Ketinggalan satu gol, klub karadeniz firtinasi berusaha mencari jalan keluar dari kebuntuan. Rapatnya pertahanan yang digalang oleh duet center-back Alves-Dermaku memang menyulitkan klub jawara enam kali Liga Super Turki itu. Unal Karaman menginstruksikan anak asuhnya untuk membangun serangan dengan memanfaatkan kecepatan dua wing-back mereka, Pereira di kanan dan Korekci di kiri. Tidak sampai di situ saja, pelatih klub berjuluk “badai laut hitam” itu meminta agar para pemainnya meningkatkan intensitas serangan melalui tembakan-tembakan langsung jarak jauh. Hasilnya, pada menit ke 22’, wingback Trabzonspor, Joao Pereira, mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak jauhnya setelah terlebih dahulu melakukan operlapping ke daerah pertahanan klub Ducali. Bola parabola yang dilepaskan pemain Portugal berusia 35 tahun tersebut mampu membuat Luigi Sepe terperangah melihat bola yang meluncur mulus menusuk sisi kanan jala gawangnya. Skor 1-1 untuk kedua tim.

Merasa di atas angin, klub berjuluk bordo-mavilier kemudian semakin gencar menyerang. Umpan-umpan silang lebih banyak dilepaskan dari luar kotak penalti klub Ducali. Klimaks terjadi pada menit 27’, ketika wasit menunjuk titik putih setelah Antonino Barilla dianggap melakukan dorongan kepada Abdulkadir Parmak. Untungnya, Sepe kali ini mampu menepis sempurna eksekusi yang dilakukan pemain veteran Argentina, Jose Sosa. Keteledoran terbayarkan, skor masih 1-1.

Terlalu asyik menyerang, klub claret-blues akhirnya kebobolan gol kedua. Bermula dari kegagalan Huseyin Turkmen mengantisipasi umpan daerah yang dilepaskan oleh Mattia Sprocati ke mulut gawang Trabzonspor. Bola yang coba dihalau Turkmen malah menghampiri Gervinho yang dengan sigap menceploskan bola ke jala Erce Kardesler di menit ke 38’.

Sprocati yang bermain di posisi aslinya tampil cukup memukau dengan beberapa peluang yang didapatkannya. Pada menit ke 40’, ia nyaris memperlebar keunggulan Parma Calcio, jika saja bola hasil tendangannya ke sudut kiri gawang tidak berhasil ditepis sang kiper. Pun demikian pada babak kedua, tepatnya pada menit ke 69’, bola yang dilepaskan oleh Sprocati hanya berjarak beberapa sentimeter dari gawang Trabzonspor.
Malapetaka muncul setelah Barilla melakukan kecerobohan keduakalinya. Kegagalan intercept yang dilakukannya di penghujung menit 63’ membuat pemain sayap kanan berusia 20 tahun, Yusuf Sari, leluasa mendapatkan bola. Dengan sedikit melakukan dribling, ia berhasil mengecoh Bruno Alves, selanjutnya pesepakbola yang pernah membela Olympique Marseille itu membidik di sisi kiri gawang yang dijaga Colombi. Kali ini, kiper muda yang menggantikan Sepe dibuat tidak berdaya setelah bola yang sempat membentur Scozzarella sedikit berbelok arah dan menghujam gawangnya di menit ke 64’.
Skor 2-2 untuk kedua tim tidak membuat keduanya bermain santai. Jual beli serangan terus terjadi, pressing dan sprint mewarnai 20 menit sisa laga. Gialloblu seharusnya dapat kembali memimpin, jika saja sundulan kepala Cornelius di menit 78’ tidak melebar. Ceravolo juga memiliki peluang emas di sudut sempit pada menit ke 83’, namun sayangnya bola tembakannya masih melebar ke sisi kanan gawang. Apresiasi agaknya pantas diberikan untuk Scozzarella atas dua eksekusi sepak pojok yang sangat bagus di penghujung laga.

Pertandingan ini juga diwarnai dengan peristiwa masuknya seorang pendukung Trabzonspor ke dalam lapangan. Kejadian ini persis terjadi sebelum peluit akhir berbunyi. Mungkin karena ini laga persahabatan, sehingga suporter pun ingin menyalami Karamoh yang tengah membangun serangan balik di detik-detik terakhir pertandingan. ^_^
Berikut ringkasan pertandingan yang disadur dari www.parmacalcio1913.com
Susunan Skuad Parma Calcio 1913:
Sepe (17′ st Colombi), Iacoponi (17′ st Munari), Dermaku, Hernani (17′ st Scozzarella), Laurini (17′ st Gazzola), Barillà (28′ st Ricci), B. Alves (cap.) (32′ st Minelli), Gervinho (17′ st Ceravolo), Kulusevski (17′ st Machin), Inglese (17′ st Cornelius), Sprocati (17′ st Karamoh).
Cadangan: Colombi, Simonetti, Kasa, Saporetti, Scaglia. Pelatih: D’Aversa.
Susunan Skuad Trabzonspor Kulubu AS:
Erce, K. Ahmet (1′ st Dursun), Huseyin (25′ st Baha Bilgin), J. Sosa (25′ st Aydin), Nwakaeme (25′ st Koray), A. Omur (25′ st Donisi) (36′ st Eren), Yusuf (25′ st Baykus), G. Campi (25′ st D. Erdogan), J. Pereira (25′ st Serkan), A. Parmak (25′ st Tosun), Akpinar (25′ st Azat)
Cadangan: Arda, Murat, Canbaz, Andusic. Pelatih: Karaman.
Wasit: Markus Waldl, Asisten Wasit: Marco Wolfesberger & Gunther Nebel
Penonton: Sekitar 2000 orang.
Chanel pertandingan lengkap: https://www.youtube.com/watch?v=FDlMEmWCsCc
Highlights: https://www.youtube.com/watch?v=8OJxVc_9ILo
Opini Singkat Pertandingan
Dari segi penampilan, Luigi Sepe cukup memenuhi ekspektasi. D’Aversa dapat melihat manfaat ditebusnya ia pada awal jendela transfer musim panas. Beberapa penyelelamatan dilakukan oleh kiper berusia 28 tahun itu, utamanya saat ia beraksi mematahkan eksekusi penalti Sosa. Kiper utama klub gialloblu agaknya sudah siap untuk menjadi palang pintu andalan dalam kompetisi Liga Italia Serie-A 2019/2020.
Secara umum, lini pertahanan Parma Calcio telah menunjukkan performa yang cukup bagus dalam menghadapi rival abadi Galatasaray dan Beksitas di Liga Premier Turki. Zona marking yang dipertunjukkan dalam laga melawan Trabzonspor merupakan hasil latihan yang baik dalam sisi kesabaran menahan serangan. Postur tubuh yang besar tidak menyulitkan Kastriot Dermaku dalam melakukan sprint. Terbukti bahwa ia dapat melakukan overlapping dalam membantu serangan. Duet Alves-Dermaku dapat dikatakan tampil maksimal sepanjang babak pertama dengan dibuktikan memenangkan duel-duel udara yang sekaligus mematikan umpan silang dari lawan.
Absennya Grassi dan Kucka, serta hengkangnya Dezi dan Stulac membuat kekuatan lini tengah Parma Calcio mengalami penurunan. Persentase penguasaan bola yang hanya 29% lebih dikarenakan kekalahan dalam “perang” di lini tengah. Terlepas dari formasi D’Aversiano yang dimainkan oleh Roberto D’Aversa, kelemahan lini tengah sangat terlihat terutama di babak kedua. Buktinya, Trabzonspor yang menurunkan sebagian besar pemain lapis kedua sekalipun mampu mengobrak-abrik lini tengah gialloblu dalam tempo 20 menit sebelum babak kedua berakhir.
Kurangnya suplai bola dari lini tengah ke lini depan membuat para penyerang mati angin di babak kedua. Ceravolo, Karamoh, dan Cornelius mengalami kesulitan untuk dapat menerima umpan-umpan matang, terutama saat Cornelius bermain sebagai ujung tombak tim. Praktis peluang yang didapatkannya sangat minimalis. Para juru gedor hanya mendapatkan beberapa peluang yang diciptakan melalui bola-bola mati yang dieksekusi Scozzarella. Walaupun demikian, kabar baiknya adalah kinerja Gervinho mengalami konsistensi. Pemain yang nyaris dilepas Parma Calcio ke Galatasaray Turki pada pertengahan jendela transfer bulan Juli 2019 mampu tampil berkilau dengan dua golnya ke gawang Trabzonspor.

Kesimpulannya, gap antara pemain utama dan pemain lapis kedua klub Ducali sangat jelas terlihat. Roberto D’Aversa harus membenahi komposisi pemainnya sebelum menghadapi klub lokal Grund Weiss Micheldorf jika tidak mau dipermalukan oleh UC Sampdoria di Tardini pada awal bulan Agustus 2019.













































