PRATO ALLO STELVIO: SAKSI KEBANGKITAN KEMBALI

Tempat itu Bernama “Prato Allo Stelvio”

Awal musim akan segera dimulai, saat ini pertengahan bulan Juli 2019, memasuki hari keempat retret yang diagendakan oleh manajemen klub Parma Calcio. Beberapa nama telah ditentukan harus berangkat sore hari, setelah sang pelatih Roberto D’Aversa melakukan konferensi pers di depan para awak media. Pada konferensi persnya, ia menyatakan bahwa segenap tim harus membuka lembaran baru dengan antusiasme. Ia menyatakan bahwa apa yang dicapai pada awal musim lalu bukanlah sebuah kebetulan, bahwa retret Prato Allo Stelvio yang telah dilakukan pada musim lalu, memberikan dampak besar bagi kesiapan timnya dalam menghadapi ketatnya kompetisi.

Prato Allo Stelvio, tempat ini masih seperti musim lalu, lapangan yang hijau, suasana yang asri, angin bertiup lembut, dan matahari pun bersinar sejuk. Selamat datang di Prato Allo Stelvio, basecamp pelatihan awal untuk menyongsong Liga Italia Serie-A musim kompetisi 2019/2020. Tempat ini terletak di perbatasan Italia-Austria, bentang alam yang indah dan asri sangat mendukung kondisi fisik pemain, terlebih lagi kondisi psikisnya. Karl Bernhard adalah nama Walikota yang saat ini masih menjabat. Pria tua yang sama sebagaimana yang ditemui pada retret musim lalu. Ia menyambut gembira ketika Parma Calcio kembali memilih Prato Allo Stelvio sebagai lokasi pemusatan latihan pra musim. Karl menyempatkan diri untuk hadir di tengah-tengah tim yang tengah berlatih, ditemani oleh pelatih D’Aversa, serta aktor utama dalam bursa transfer: Direktur Olahraga Danielle Faggiano beserta Presiden Pizzarotti. Mereka semua hadir untuk memberikan dukungan, sekaligus memastikan agar segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Dari antara nama-nama pemain yang hadir dalam retret, terdapat beberapa wajah baru seperti Vincent Laurini (ACF Fiorentina), Kastriot Dermaku (Cosenza Calcio), Brunori Sandri, Minelli, serta dua wajah lama Luigi Sepe (SSC Napoli) dan Alberto Grassi (SSC Napoli). Berikut nama-nama pemain yang dipanggil untuk mengikuti retret di Prato Allo Stelvio: Di posisi penjaga gawang, ada empat nama yaitu: Corvi, Dini, Frattali, Sepe. Sayangnya Dini harus berhenti di hari ketiga pelatihan dikarenakan harus mengurus peminjaman ke Serie-B. Pada posisi pemain belakang (bek), ada nama Bruno Alves, Dermaku, Gagliolo, Gazzola, Iacoponi, Laurini, dan Minelli. Di posisi Gelandang ada nama Barilla, Dezi, Grassi, Kasa, Machin, Munari, Scozzarella, dan Stulac. Adapun Kucka, ia baru akan ikut mulai tanggal 13 Juli 2019 setelah ia menyelesaikan masa liburannya. Adapun di posisi striker ada enam nama yaitu: Baraye, Brunori, Ceravolo, Gervinho, Siligardi, Sprocati.

Selain dari nama-nama yang diikutsertakan, ada pula mereka yang tidak dibawa serta ke Prato Allo Stelvio, mereka masing-masing adalah: Luca Rigoni yang statusnya dibekukan untuk perpanjangan kontrak, Abdou Diakhate yang tengah mengurus kontrak baru di klub Serie-B, Nicolas Schiappacasse yang tengah beristirahat pasca berlaga di Piala Dunia U-20, Manuel Scavone yang tengah mengurus kepindahan ke SSC Bari, juga Adorante pemain baru yang akan bergabung dengan rekan-rekannya pada bulan Agustus 2019. Nama-nama lain seperti Lorenzo Simonetti, Lorenzo Saporetti, Antonio Vacca dan kawan-kawannya masih terlibat urusan dengan klub peminjamnya di kasta kompetisi yang mereka mainkan.

Para pemain yang ditempa di Prato Allo Stelvio akan diujicobakan dalam laga persahabatan pramusim untuk mengukur kesiapan mereka dari segi teknis dan taktis, serta fisik dan mental dalam mengarungi musim kompetisi baru yang sudah dekat. Berikut ini beberapa jadwal laga pramusim yang akan dijalani oleh Parma Calcio:

  • Parma Calcio vs ASV Prad (Sabtu, 13 Juli 2019, 17.30 WI);
  • Parma Calcio vs Scelta Bassa Val Venosta (Rabu, 17 Juli 2019, 17.30 WI);
  • Parma Calcio vs FC Obermais (Minggu, 20 Juli 2019, 17.00 WI);
  • Parma Calcio vs Trabszonspor (Minggu 27 Juli 2019, 17.00 Waktu Austria  di Hofmaninger Stadium, Oberrosterreich, Austria);
  • Parma Calcio vs Burnley FC (Sabtu, 3 Agustus 2019, 15.00 Waktu Britania Raya)

Gejolak Bursa Transfer Musim Panas

Beberapa hasil telah dipetik oleh Parma Calcio dalam bursa transfer di musim panas ini. Empat pemain telah berhasil didatangkan ke dalam skuad D’Aversa, mereka adalah Vincent LAURINI bek kanan dari ACF Fiorentina, Kastriot DERMAKU bek tengah dari Cosenza Calcio, Luigi SEPE penjaga gawang dan Alberto GRASSI gelandang tengah, kedua nama terakhir didatangkan dari SSC Napoli. Kabar terakhir, KARAMOH penyerang luar asal Intermilan FC dan HERNANI gelandang asal Zenith St. Petersburg telah bergabung dengan klub gialloblu, kendatipun belum menerima label resmi.

Laurini dan Dermaku didatangkan dengan status bebas transfer, sedangkan Sepe dihadirkan berkat penebusan senilai 4 juta euro. Adapun Grassi tiba di Parma Calcio (sekali lagi) dengan status pinjaman sebesar 6 juta euro. Namun demikian, kali ini pria yang dibekap cidera panjang di awal musim lalu itu mengikat kontrak dengan klausul baru, yakni penebusan di akhir musim. Karamoh? Pesepakbola yang baru berusia 21 tahun itu disepakati bernilai 13 juta euro ditambah beberapa juta sebagai kompensasi plus hak 50% dari harga jual sang pemain untuk Nerazurri di masa depan. Nama terakhir, Hernani, ia dibajak dari Zenith dengan nilai transfer 1 juta dengan klausul pinjaman berbunga ditambah dengan kewajiban penebusan jika Parma Calcio meraih salvezza di akhir musim.

Berdasarkan klausul-kalusul yang dibuat, di luar free transfer (parametri zero), lebih banyak klausul yang kurang memberikan benefit lebih kepada Parma Calcio utamanya untuk pemain pinjaman dan pembelian bersyarat. Sebagai klub yang mencoba bangkit dari keterpurukan tiga tahun silam, Ducali tidak punya pilihan lain dalam menghadapi persoalan ini. Banyak hal yang harus dipertimbangkan manajemen dan petinggi klub ini sebelum mengambil keputusan terhadap sesuatu hal, baik membeli pemain, meminjamnya, meminjamkannya, ataupun menjualnya. Terkadang kita sebagai fans, harus obyektif menilai segala tindak-tanduk yang dilakukan oleh perusahaan.

Prato Allo Stelvio akan menjadi ramai dengan hiruk pikuk teriakan pelatih dan pemain, ia akan menjadi saksi kebangkitan kembali klub yang pernah bertahta sebagai Il Sette Magnifico dalam kompetisi kasta tertinggi Liga Italia Serie-A. Prato Allo Stelvio adalah tempat yang nyaman bagi pemain. Tak percaya? Tanyalah kepada Gagliolo yang sempat merasakan segarnya aliran sungai di sana. Selamat datang di Prato Allo Stelvio!

Diterbitkan oleh bobbyhary77

Parmigiano dall'1998 Tifoso Parma Calcio 1913 - Indonesia

Join the Conversation

  1. avatar Tidak diketahui
  2. avatar Tidak diketahui
  3. avatar bobbyhary77
  4. avatar Rama Mulyadi

6 Comments

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan ke Supriyanto Batalkan balasan

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai