MENANTI KARYA AGUNG FAGGIANO 2019/2020

(Bursa Transfer 16/7/2019)

Direktur Olahraga yang Akan Melegenda

Parma Calcio meraih hasil yang cukup positif di awal kompetisi 2018/2019 lalu. Sebagai tim yang berstatus promosi, klub ini terbilang layak menuai pujian setelah mampu memandulkan Christiano Ronaldo di Ennio Tardini dan mampu unggul atas beberapa klub langganan Serie-A seperti Torino FC, Genoa CFC, bahkan Intermilan FC. Kala itu klub Ducali sempat menembus papan tengah sebelum musim dingin tiba. Kinerja yang hebat dari duet Daniele Faggiano-Roberto D’Aversa melahirkan hujan pujian dari berbagai kalangan. Betapa tidak, klub yang bangkrut di tahun 2015 tersebut kini telah kembali menjelma menjadi salah satu kontestan yang disegani.

Daniele Faggino, pria yang lahir pada tanggal 10 Januari 1978 itu merupakan sosok vital yang merupakan representasi klub dalam urusan transfer pemain. Pria yang kerap disapa “Danie” atau “Daniele” itu tengah menempuh jalan menjadi salah satu legenda dalam sejarah kebangkitan gialloblu di Serie-A. Hampir tiga tahun Daniele Faggiano menjabat sebagai Direktur Olahraga (Sporting Director) di Parma Calcio. Suka maupun duka telah ia lalui bersama soulmate-nya Roberto D’Aversa, ia terus bekerja maksimal untuk skuad lebah hingga kontraknya usai pada tanggal 30 Juni 2020 nanti.

Parma Calcio telah berada di kasta tertinggi Liga Italia saat ini, sebuah kompetisi bergengsi yang bernama Serie-A. Suatu keadaan yang belum tentu dicapai tanpa andil seorang Faggiano, seseorang yang pada tanggal 6 Desember 2016 dengan berani memutuskan untuk menandatangani beberapa dokumen yang ada di hadapannya. Faggiano yang delapan tahun menempati jabatan yang sama di empat klub profesional (Siena, Trappani, Palermo, dan Parma) tentulah tahu betul bagaimana menangani urusan negosiasi dalam dunia industri olahraga sepakbola. Apalagi sebelum terjun ke dunia pro, pria kelahiran Copertino itu pernah mencicipi pengalaman sebagai direktur olahraga di klub-klub amatir seperti Manduria, Brindisi, Grottaglie, dan Noicattaro. Naluri mata elangnya terasah sejak ia menjadi chief scout di Bari di musim tahun 2007/2008. Singkat kata, pria ini adalah seseorang yang kaya pengalaman di bidangnya, mahir dalam menangani urusan negosiasi, bermain bargaining politik transfer dan juga dalam persoalan closing.

Kabar Transfer: Duo Atalanta BSC menuju Parma Calcio

Atalanta Bergamo SC telah mencapai kesepakatan dengan klub Ducali dalam perundingan yang digelar hari Selasa kemarin. Pertama, berkenaan dengan penjualan Andreas Cornelius; kedua, kepindahan sementara Dejan Kulusevski selama setahun. Cornelius sempat merespon negatif kepindahan ini, utamanya setelah Parma Calcio berhasil mendapatkan oberto Inglese dari SSC Napoli. Agaknya Cornelius mengkhawatirkan menit bermain yang akan disunat lantaran Bobby English (julukan Inglese) adalah pemain yang diasumsikan akan terus dipasang di lini depan.

Tidak jauh berbeda dengan kompatriot Skandinavianya, Kulusevski juga agaknya “terpaksa” memenuhi kesepakatan yang diambil oleh La Dea. Sempat menyatakan minatnya bermain di Cagliari Calcio, pesepakbola muda asal Swedia itu akhirnya harus pindah ke Parma Calcio dengan status pinjaman.

Kedatangan Inglese dengan semangat barunya, kembalinya Gervinho dengan pembaruan kontraknya, jelas menjanjikan lini depan yang tangguh di musim depan. Apalagi ditambah dengan Karamoh dan Cornelius yang berstamina muda, mereka diharapkan mampu memberikan asa bagi klub yang nyaris merana di Serie-A musim 2018/2019. Klub juara UEFA Cup dua kali kini memiliki harapan baru, sebuah harapan kembali tampil mempesona dan berbicara banyak di Benua Biru.

Selesai? Belum! Sebab Parma Calcio masih memburu beberapa pemain yang mungkin saja bisa merapat ke klub gialloblu di penghujung jendela transfer musim panas. Mehdi Abeid, Jacopo Sala, dan Martin Skrtel terus dipantau oleh Faggiano. Kabar terakhir dari media Takvim menyebutkan bahwa Martin Skrtel telah menolak Glasgow Rangers FC, sehingga ada harapan untuk memboyong eks Liverpool FC itu.

Retret Prato Allo Stelvio: Gervinho dan Inglese Merapat

Roberto Inglese telah berada di Kota Parma kemarin, berdekatan waktu dengan tibanya Gervais Lombe dari Pantai Gading. Inglese tengah berbunga-bunga karena dapat kembali reuni dengan tiga teman karibnya (Sepe, Dezi, dan Grassi), sementara Gervinho tiba lebih dulu dengan segenggam semangat untuk menghapus duka di wajahnya (akibat kemalangan yang menimpa keluarganya).

Pemilik nomor punggung 45 itu telah kembali ke Parma Calcio, kali ini dengan status pemain tetap. Dalam akun instagramnya, ia menumpahkan kegembiraannya dengan satu kalimat lugas: “Ada suatu tempat di dunia ini, di mana jantung anda akan berdetak lebih kencang”, dan tempat itu adalah Kota Parma. Sebab ia akan segera menjadi andalan pelatih kesayangan yang terus menghubunginya selama retret di Dimaro. Seorang pelatih yang terus berharap agar seorang Bobby English bisa tampil membela Tim Nasional Italia di ajang kompetisi antar negara.

parmacalcio1913-instagram/inglese

Berbicara tentang Lombe, eks punggawa Tim Nasional Pantai Gading tersebut telah memulai sesi latihannya kemarin (16/7/2019) setelah melalui serangkaian cek medis dan penandatanganan pembaruan kontrak hingga tahun 2021. Kini sang “panah hitam” mengantongi kenaikan gaji, tidak sejumlah yang ia minta tetapi cukuplah untuk membuatnya tersenyum di akhir pekan.

parmacalcio1913.com

Kembali ke Skuad Ujicoba

Jika tak ada aral melintang, maka tridente lini depan: Gervinho-Inglese-Karamoh akan dapat ditampilkan oleh pelatih D’Aversa. Bisa tampil secara bersama-sama, atau dapat juga dimainkan secara bergantian dengan kombinasi pemain lain. Pemain yang belum sempat berkeringat di laga ujicoba pertama kemungkinan besar akan diturunkan, mereka adalah: Sprocati, Barilla, Kucka, Hernani, Stulac, dan beberapa pemain lain yang tercatat dalam peserta retret.

Seperti ulasan terdahulu, D’Aversa kini lebih leluasa melakukan eksperimen terhadap skema bermain klub. Formasi 4-3-3 yang menjadi andalan, saat ini semakin dapat diperkaya dengan distorsi konsep ke 4-4-2. Pelatih kelahiran Stuttgart (Jerman) itu dapat memainkan tridente maut GIK maupun memainkan duet Gervinho-Karamoh (dalam hal Inglese belum dapat ditampilkan). Komposisi skuad akan semakin mantap bilamana Cornelius telah turut serta di dalam retret di Prato allo Stelvio nanti.

Posisi tengah sepertinya akan menjadi milik Kucka-Hernani-Barilla, dengan Dezi-Stulac-Grassi sebagai pelapisnya, atau mungkin juga Kasa-Munari-Machin. Mereka semua bisa diturunkan di dalam laga ujicoba melawan perwakilan Val Venosta sore nanti pukul 17.00 waktu Italia, sekali lagi dikatakan bahwa mereka dapat turun secara bersama-sama ataupun dimainkan secara bergantian. Adapun di sektor belakang, duet Alves-Dermaku sangat dinantikan para fans gialloblu. Sebab baik Bruno Alves maupun Kastriot Dermaku belum pernah dipasang secara bersamaan dalam satu babak. Di sisi kiri dan kanan akan ada Gagliolo dan Laurini, atau dapat juga menurunkan Gazzola yang bermain bagus sepanjang laga ujicoba hari Sabtu.

Pada tanggal 14 Juli 2018, Parma Calcio berhasil meraih hasil maksimal dengan mencukur perwakilan Val Venosta 0-13. Pertandingan ujicoba kedua yang digelar 17 Juli 2019 akan menjadi pembuktian lanjutan, bahwa klub kuning-biru benar-benar telah siap untuk anak tangga yang lebih tinggi lagi.

Diterbitkan oleh bobbyhary77

Parmigiano dall'1998 Tifoso Parma Calcio 1913 - Indonesia

Join the Conversation

  1. avatar Paundra Parmagiani
  2. avatar Rama Mulyadi
  3. avatar Tidak diketahui
  4. avatar bobbyhary77

8 Comments

  1. Menjadi direktur olahraga suatu klub itu ternyata lebih ribet daripada menjalani peran sebagai manager/pelatih, rata2 yg akan mendapat pujian atau cemoohan pasti sang pelatih, menilik prestasi klub, padahal dibalik itu ada direktur olahraga yg menentukan siapa yg akan jadi pelatih, siapa saja pemain yg akan bermain di dalam tim nya, bahkan dia berhak menolak pemain yg menjadi target pelatih bila memang secara teknis dan bussines menguntungkan, lebih jauh direktur olahraga lah yg berperan vital dalam mengontrol kondisi keuangan klub, namun dituntut harus tetap berprestasi, tidak heran kalo kelak dia akan menjadi direktur olahraga di salah satu klub top serie A.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan ke Paundra Parmagiani Batalkan balasan

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai