HAL YANG BARU DAN HARUS ANDA KETAHUI SEPUTAR PARMA DI SERIE-A 2019/2020

Laga Parma Calcio versus Juventus FC akan menjadi pertandingan pembuka kompetisi Serie-A Liga Italia musim 2019/2020. Kompetisi yang akan bergulir kembali mulai tanggal 24 Agustus 2019 itu akan menghadirkan dua puluh kontestan yang akan saling jegal menuju tangga scudetto.

Jum’at 1 Agustus 2019 menjadi tanggal yang dipilih oleh manajemen klub ducali untuk meluncurkan jersey ketigamereka yang terbaru. Tanggal ini juga dipilih oleh salah satu situs berita sepakbola parma untuk mensosialisasikan peraturan baru yang akan diberlakukan dalam musim kompetisi tahun ini. Apa sajakah yang baru? Simak ulasan berikut ini:

Jersey Baru

Sejauh ini Parma Calcio baru mengeluarkan dua jersey anyar mereka, yaitu home dan third (jersey pertama dan jersey ketiga). Jersey pertama adalah jersey yang akan digunakan dalam laga-laga kandang, baik dalam ajang kompetisi liga maupun dalam pertandingan di piala Italia (Coppa Italia). Jersey ketiga adalah jersey yang menjadi alternatif ketika jersey home dan away tidak dapat digunakan, mungkin karena pilihan warna kaos seragam yang akan dikenakan oleh tim lawan, pertandingan khusus Piala Italia, atau bisa juga atas dasar alasan selera.

Jersey home (putih dengan silang dada) merupakan jersey tradisional yang dikenakan sejak lama.  Ia mengambil konsep baju perang kerajaan Romawi abad pertengahan dengan salib lebar di bagian dada. Konsep ini merupakan tradisi yang tidak dapat dihilangkan dari kota Parma yang menjunjung tinggi nilai-nilai kristianitas.

Adapun jersey ketiga klub ducali merupakan ekspresi dari kebangkitan kembali setelah melalui masa-masa suram kebangkrutan yang diidentikkan dengan gelapnya kematian. Konsep jersey ala reinkarnasi yang mengusung takeline Phoenix 2.0  itu selalu didominasi dengan warna hitam, warna abu kremasi dengan maskot burung phoenix yang diyakini sebagai burung api keabadian.

Konsep jersey ketiga itu sejalan dengan semboyan yang diusung oleh publik Parma Calcio musim ini yaitu: una storia infinita yang berarti “sebuah kisah yang tidak akan pernah berakhir”. Kabar gembiranya, kedua jersey telah dijual bebas di parmastoredan dapat dibeli melalui situs jual beli resmi Parma Calcio secara online seharga 75 euro. Kabar buruknya, sementara ini hanya diproduksi terbatas dan harganya cukup tinggi.

Lantas dimanakah jersey kedua (jersey away) Parma Calcio? Last not least, jersey yang rencananya mengusung warna-warna kejayaan abad 21 tersebut rencananya akan dilaunching sebelum pekan pertama liga Italia dimulai.

Peraturan Baru

Terdapat beberapa peraturan baru yang perlu diketahui dalam kompetisi yang akan digulirkan. Peraturan-peraturan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut

Hand Ball: Apabila bola mengenai lengan yang tengah membentang lebar atau berada dalam posisi yang tidak alami, yaitu mengangkat tangan setinggi bahu atau lebih atau dalam merupakan bagian dari gerakan tubuh yang aktif, hal tersebut akan selalu menjadi suatu pelanggaran (akan diberikan penalti jika pelanggaran terjadi di area penalti). Bahkan jarak yang dekat tidak lagi dianggap mengurangi kemungkinan dijatuhkannya hukuman. Namun demikian, konsep bola yang mengenai tangan atau lengan yang menempel dengan tubuh tetap diberikan toleransi.

Pagar Betis: Dalam hal terjadinya tendangan bebas, para pemain tim yang menyerang tidak akan lagi dapat ikut serta dalam pagar betis yang dibuat (setidaknya ada 3 pemain membentuk pagar betis sebagai penghalang) untuk menghalangi eksekutor atau sekedar membuat dinding penghalang, dan mereka (para pemain yang mendapatkan tendangan bebas) harus mematuhi jarak yang ditentukan, setidaknya 1 meter dari pagar penghalang. Jika mereka ingin berada di depan tetap diperbolehkan, tetapi selalu berjarak 1 meter dari pagar betis.

Pergantian Pemain: Untuk membuang waktu, banyak pemain yang berjalan lambat ketika keluar dari lapangan, adegan ini menjadi ciri khas ketika sebuah tim sedang mengungguli gol lawannya. Ia hanya dibenarkan beberapa menit untuk pergi keluar lapangan, sebab IFAB telah menetapkan bahwa pemain harus meninggalkan bidang permainan di titik terdekat dari garis pembatas lapangan saat itu juga.

Tendangan Gawang: Penjaga gawang atau pemain belakang tidak lagi berkewajiban untuk kembali ke luar area penalti, tetapi ia juga akan dapat melewati rekan setim di dalamnya. Para penyerang dapat memasuki area ketika bola ditendang oleh orang yang bertanggung jawab untuk menendang bola tendangan gawang (bola yang ditendang harus bergerak dengan jelas). Jika ada striker di area penalti dan bek memutuskan untuk merebut bola, maka para penyerang tidak boleh merebut bola itu sampai ia dikuasai oleh bek dan dimainkan, atau disentuh dan bergerak. Jika tidak, maka tendangan gawang akan diulang. Sebuah aturan yang mendukung pembangunan permainan pertahanan tetapi juga menghindari tekanan dari lawan.

Kick-off: Tim yang memenangkan undian awal (undian koin dari wasit) dapat memilih apakah akan memainkan bola atau lapangan, sedangkan aturan sebelumnya hanya lapangan yang bisa dipilih oleh tim pemenang undian.

Pelatih: Bahkan pelatih dan manajer di bangku cadangan akan dikenakan perlakuan yang sama seperti para pemain lainnya. Jika terjadi pelanggaran atau perilaku keliru lainnya dari mereka, maka wasit dapat memberikan kartu kuning kepada mereka. Dalam kasus pelanggaran lanjutan (pengulangan) atau pelanggaran yang serius, maka akan diberikan kartu merah dengan diskualifikasi (hukuman larangan tampil) minimal 1 kali pertandingan. Aturan ini tidak seperti di masa lalu di mana pelatih/staf yang diberi kartu merah tetap dapat kembali duduk ke bangku cadangan pada pertandingan selanjutnya.

Perayaan Gol: Kartu kuning yang diterima karena selebrasi gol yang berlebihan, tetap akan djatuhkan meskipun gol dibatalkan (dalam hal terjadi gol yang dibatalkan, hukuman kartu yang dijatuhkan tetap berlaku).

Keuntungan dalam Hukuman: Dalam hal terjadi hukuman yang menguntungkan salah satu tim, keuntungan tetap berjalan bahkan sekalipun kartu baru akan dikeluarkan wasit. Para pemain tim yang mendapat manfaat dari hukuman, akan dapat langsung mengeksekusinya tanpa harus menunggu wasit mengeluarkan kartu dan menulis di buku catatan. Wasit dapat menunggu sampai aksi mereka selesai, kemudian baru menuliskannya di buku catatan atau mengeluarkan kartu. Jika pelanggaran menyangkut tindakan menghalau peluang untuk mencetak gol ke tim lawan, pemain hanya akan diberikan peringatan saja.

Sentuhan Wasit: Tidak ada lagi assist yang tidak disengaja oleh wasit atau penghentian pertandingan karena sentuhan tidak disengaja oleh wasit. Aturan baru menyatakan bahwa wasit tidak lagi menjadi bagian dari permainan, jadi jika bola mengenai seorang wasit, maka permainan akan terganggu dan akan dilanjutkan dengan drop ball oleh wasit atau menjadi bola milik kiper jika sentuhan wasit terjadi di dalam area kotak penalti.

Mencetak Gol Menggunakan Tangan: Jika bola masuk ke dalam gawang setelah disentuh dengan satu tangan, maka gol ke dalam gawang akan selalu dibatalkan. Jika gol tercipta dari tindakan tersebut, maka gol itu akan divalidasi.

Peraturan untuk Penjaga Gawang: Penjaga gawang dapat memainkan bola dengan kaki di bagian belakang area pertahanan, ia bisa mendapatkan kembali penguasaan bola tanpa ada hukuman tendangan bebas tidak langsung yang dijatuhkan.

Lemparan ke Dalam oleh Wasit: Dalam kasus-kasus pemain cedera, masuknya seseorang penyusup ke lapangan, ada lemparan benda dan gangguan lain yang memungkinkan bola kembali kepada wasit, maka wasit akan memberikan bola langsung ke tim yang berhak memainkannya, dengan jarak 4 meter dari pemain lawan. Jika bola berada di dalam kotak penalti saat kejadian berlangsung, maka wasit melakukan lemparan ke dalam lapangan dan bola selalu diberikan kepada penjaga gawang.

Penalti: Penjaga gawang tidak lagi berkewajiban menjaga kedua kakinya di garis gawang tetapi cukup hanya satu kaki saja. Yang harus diperhatikan adalah setidaknya ada satu kaki yang masih berjejak di garis gawang, VAR dapat melakukan intervensi untuk mengulangi tendangan penalti, bahkan untuk pelanggaran beberapa sentimeter saja penalti dapat diulang, penjaga gawang juga akan diberi peringatan. Tidak akan ada teguran dalam hal pengulangan selama tendangan penalti. Eksekusi penalti tidak bisa dilakukan selama kiper masih menyentuh tiang, mistar gawang atau jaring gawang.

Italia tampaknya batal mengadopsi aturan lainnya tentang eksekusi penalti, di mana setiap bola yang berhasil ditepis kiper menjadi bola mati atau tidak boleh direbound oleh sang pemain. Kelihatannya peraturan rebound oleh eksekutor tendangan penalti dalam pertandingan babak tetap berlaku.

Diterbitkan oleh bobbyhary77

Parmigiano dall'1998 Tifoso Parma Calcio 1913 - Indonesia

Join the Conversation

  1. avatar Rama Mulyadi
  2. avatar Tidak diketahui
  3. avatar bobbyhary77

3 Comments

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan ke Supriyanto Batalkan balasan

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai